Panduan Cerdas Kelola Keuangan Ramadan: Strategi Anti-Boncos dari Awal Puasa hingga Lebaran

diterbitkan: Kamis, 19 Februari 2026 10:41 WITA
Ilustrasi keuangan

Sudah menjadi rahasia umum bahwa pengeluaran rumah tangga saat Ramadan justru sering membengkak dibandingkan bulan-bulan biasa. Fenomena “Lapar Mata” saat berbelanja takjil dan banyaknya undangan Buka Puasa Bersama (Bukber) menjadi faktor utama keuangan jebol. Tanpa perencanaan yang matang, tabungan Anda bisa terkuras habis bahkan sebelum Hari Raya tiba.

Audit Anggaran dan Belanja Stok Mingguan

Langkah pertama yang paling efektif adalah melakukan Food Prep dan belanja stok mingguan. Membeli kebutuhan pokok seperti beras, telur, minyak, dan bumbu dapur secara grosir jauh lebih hemat daripada belanja harian di warung.

Baca juga  Delapan Daerah Siap Gelar PSU Pilkada 2024 di 19 April 2025, Berikut Rinciannya

Dengan memiliki stok di rumah, Anda juga mengurangi keinginan untuk pergi ke pasar setiap hari yang berisiko memicu pembelian barang-barang yang tidak diperlukan.

Strategi Dana Takjil: Batasi “Lapar Mata”

Godaan terbesar saat Ramadan adalah pedagang takjil di pinggir jalan. Tetapkan anggaran harian maksimal untuk takjil, misalnya Rp15.000–Rp20.000. Cara paling ampuh untuk berhemat adalah dengan membuat minuman segar sendiri di rumah seperti es teh manis atau es buah sederhana. Selain lebih murah, kebersihan dan kadar gulanya pun lebih terjamin.

Baca juga  Polri Persempit Ruang Gerak Penipu Haji, Satgas Haji di Tiap Polres Siap Intai Travel Nakal

Filter Undangan Buka Bersama (Bukber)

Undangan Bukber seringkali menjadi “jebakan” keuangan karena harga makanan di restoran cenderung naik saat Ramadan, belum lagi biaya transportasi dan parkir. Pilihlah acara Bukber yang benar-benar penting bagi jaringan profesional atau silaturahmi keluarga inti.

Tidak perlu menghadiri semua undangan jika itu memberatkan arus kas Anda.

Baca juga  Gugatan Kerugian Akibat Jalan Tol Balikpapan-IKN Masuk Tahap Persidangan, Sidang Perdana Ditunda

Mengamankan THR (Tunjangan Hari Raya)

Saat THR cair, segera bagi ke dalam pos-pos utama:

  • Zakat & Sedekah (Wajib): 10-20%
  • Kebutuhan Lebaran (Baju/Mudik): 40-50%
  • Tabungan/Investasi: 30% Hindari menghabiskan seluruh THR hanya untuk kebutuhan konsumtif satu hari saat Lebaran. Sisihkan sebagian untuk dana darurat pasca Lebaran, mengingat bulan setelah Idulfitri biasanya terasa lebih panjang secara finansial.
Bagikan:
Berita Terkait