Pemkab Berau Dorong Penguatan Destinasi Wisata Diiringi Layanan Prima

diterbitkan: Sabtu, 10 Oktober 2026 01:05 WITA
Salah satu kawasan wisata di Kabupaten Berau. (Foto: Zuhri/NT)

NUSANTARA TERKINI – Kabupaten Berau memiliki modal besar untuk menjadi destinasi wisata unggulan di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Namun, bicara soal pariwisata, modal jualan keindahan saja tentu tidak cukup jika tidak diimbangi dengan kualitas pelayanan agar mampu memberikan pengalaman yang berkesan bagi wisatawan.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mendorong agar upaya penguatan destinasi wisata di Bumi Batiwakkal ini dapat diiringi dengan layanan prima.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa mengatakan, layanan prima di sini mulai dari kualitas pelayanan, kebersihan, hingga kemudahan akses.

Baca juga  Liburan ke Derawan Bakal Bebas Lubang, Pemkab Berau Siapkan Dana Rp 18,8 Miliar

“Pengalaman yang didapatkan akan menjadi penentu apakah wisatawan tertarik untuk kembali, merekomendasikan Berau kepada orang lain, atau justru sebaliknya,” kata Yudha.

Yudha mengatakan, pengalaman wisatawan terbentuk sejak perjalanan menuju hingga meninggalkan kawasan wisata. Jadi, mulai dari akses, transportasi hingga layanan perlu menjadi atensi untuk ditingkatkan.

“Daya tarik alam harus didukung kenyamanan selama berwisata agar wisatawan mendapatkan pengalaman sesuai dengan promosi yang mereka lihat,” tuturnya.

Baca juga  Tingkatkan Keterampilan Pengrajin, Pemkab Berau Gelar Pelatihan Tenun Kampung Tumbit Melayu

Disbudpar Berau juga mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), terutama pemandu wisata lokal dan pelaku usaha yang berinteraksi langsung dengan pengunjung.

Selain itu, kesiapan kampung wisata dan pembenahan sarana pendukung diperlukan untuk meningkatkan kualitas layanan.

Di sisi ekonomi, keberadaan wisatawan diharapkan membuka peluang lebih besar bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Kuliner khas, kerajinan, serta produk ekonomi kreatif lokal Berau perlu mendapat ruang agar perputaran uang dari sektor pariwisata turut dirasakan masyarakat sekitar.

Baca juga  Ekspor Perdana 20 Ton Kakao Berau Siap Meluncur, Resmi Menembus Pasar Eropa

Pemanfaatan teknologi digital juga dinilai penting, mulai dari penyediaan informasi destinasi hingga promosi terpadu yang memudahkan wisatawan merencanakan perjalanannya.

Oleh karena itu, pengembangan pariwisata harus tetap melibatkan masyarakat dan menjaga identitas lokal. Harapannya, peningkatan kunjungan tidak hanya menguntungkan pengelola destinasi.

“Tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kampung wisata. Ini menjadi bagian dari langkah Pemkab Berau memperkuat daya saing wisata bahari dan budaya di Kabupaten Berau,” pungkasnya. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait