Pemkab Berau Pertahankan Pengelolaan Mandiri RSUD Tanjung Redeb demi Dongkrak PAD

diterbitkan: Minggu, 1 November 2026 04:37 WITA
Gedung RSUD Baru Tanjung Redeb.

NUSANTARA TERKINI — Operasional RSUD Tanjung Redeb yang semula direncanakan pada penghujung tahun ini berpotensi kembali tertunda akibat keterbatasan fiskal daerah. 

Di tengah kendala tersebut, opsi pengalihan pengelolaan rumah sakit ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mencuat sebagai salah satu solusi.

Meski demikian, opsi pengalihan tersebut tidak serta-merta disetujui Pemerintah Kabupaten Berau. 

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan, langkah penyerahan pengelolaan ke provinsi baru akan diambil apabila daerah sudah benar-benar tidak sanggup.

Baca juga  APBD 2026 Terkoreksi Rp1,4 Triliun, Pemkab Berau Komitmen untuk Cermat Menentukan Sasaran hingga Program

Saat ini, Pemkab Berau masih memprioritaskan pengelolaan mandiri demi mengoptimalkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah.

“Kalau bagi saya, kita usahakan sendiri dulu, paling tidak sebagai PAD kita hasilnya di rumah sakit itu nanti. Kita usahakan sendiri dulu,” ungkap Gamalis.

Gamalis menjelaskan, kebutuhan fasilitas kesehatan yang kompeten sangat mendesak untuk menampung pasien. 

Baca juga  Wabup Gamalis Ingatkan Perusahaan untuk Utamakan Tenaga Kerja Lokal

Jika nantinya opsi pengelolaan oleh provinsi terpaksa diambil, Pemkab Berau akan memperjuangkan skema bagi hasil agar daerah tetap memperoleh pemasukan dari operasional rumah sakit.

“Paling tidak, saya kira berbagi kalau memang itu dilepas untuk provinsi, jangan full,” tegasnya.

Guna mendalami skema pengelolaan terbaik, Pemkab Berau berencana melakukan studi banding ke RSUD Kanujoso Djatiwibowo di Balikpapan dan RSUD dr Jusuf SK di Tarakan, Kalimantan Utara.

Baca juga  Resmikan Mal Pelayanan Publik, Bupati Berau: Ini One Stop Service

Kunjungan ini bertujuan mempelajari mekanisme manajemen, analisis untung rugi, hingga bentuk kerja sama pembiayaan yang diterapkan.

“Tinggal sebetulnya kita coba kunjungan ke Kanujoso dan Tarakan, coba diskusi dengan manajemen sana seperti apa. Dalam bentuk apa skemanya dipakai, apakah skemanya bill bersih semua atau bagi dua atau bantuan dalam bentuk hibah dan lain sebagainya,” pungkasnya. (*/Adv)

Bagikan:
Berita Terkait