Pemkab Berau Salurkan 1,76 Ton Beras ke Petani Kampung Semurut

diterbitkan: Kamis, 24 September 2026 10:04 WITA
Beras CPPD yang disalurkan Dinas Pangan Berau ke petani Kampung Semurut. (Foto: Ist)

NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menyalurkan bantuan 1,76 ton beras kepada petani yang mengalami gagal panen akibat kemarau di Kampung Semurut.

Bantuan beras terhadap 88 kepala keluarga (KK) petani ini bersumber dari cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD).

Plt. Kepala Dinas Pangan Berau, Tenteram Rahayu mengatakan, tak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, bantuan beras ini juga sebagai penyangga agar para petani ini tetap dapat melanjutkan usaha pertanian.

Baca juga  Pemkab Berau Manfaatkan AOE 2026 untuk Tarik Investasi ke Bumi Batiwakkal

“Ini bagian dari upaya perlindungan dari pemerintah daerah terhadap petani yang gagal panen.

Tidak hanya membuat hasil produksi berkurang, gagal panen ini juga mempengaruhi kemampuan petani untuk menanam pada periode tanam berikutnya karena hasil panen yang biasanya disisihkan sebagai benih sudah tidak tersedia lagi.

“Jadi mereka harus beli padi untuk benih, karena yang biasa diambil dari hasil panen sudah tidak ada lagi,” tuturnya.

Baca juga  Komitmen Jaga Integritas dan Akuntabilitas Keuangan Daerah, Pemkab Berau Raih Opini Tertinggi dalam Audit BPK

Sebelum dilakukan penyaluran bantuan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Berau, terlebih dahulu sudah dilakukan verifikasi ke lapangan. Tak hanya Semurut, sejumlah wilayah lain yang ada di Berau saat ini juga mengalami hal yang sama.

Bantuan ke petani gagal panen ini berbeda dengan bantuan korban bencana. Karena bantuan kepada petani ini mempertimbangkan keberlangsungan mata pencaharian mereka. Sedangkan bantuan bencana, lebih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi saat kondisi darurat.

Baca juga  1.326 Pelaku Usaha Siap Perkuat Pasar, UMKM Olahan Ikan di Berau Tunjukkan Tren Positif

Saat mengalami gagal panen, maka kemampuan petani untuk melanjutkan aktivitas penanaman padi periode berikutnya jadi terbatas. Harapannya, puluhan KK petani yang menerima bantuan ini dapat kembali bangkit menjadi lebih baik lagi ke depannya. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait