Perubahan Cuaca Ekstrem Berpotensi Bencana, DPRD Berau Minta Dinkes Lebih Siap Tanggap

diterbitkan: Kamis, 20 November 2025 01:59 WITA
Bencana banjir yang terjadi di Berau pada awal Mei 2025 lalu merendam sejumlah fasilitas umum (IST)

BERAU – Beberapa waktu lalu, Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau mengumumkan adanya perubahan cuaca ekstrem yang berpotensi bencana. Seperti hujan deras yang mengguyur Berau beberapa waktu ini, kerap kali menyebabkan banjir di sejumlah kawasan di Bumi Batiwakkal.

Merespons hal tersebut, Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin meminta Pemkab Berau melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau untuk lebih siap tanggap dalam berhadapan dengan fase penanganan bencana, mulai dari masa tanggap darurat hingga proses pemulihan pasca bencana.

Baca juga  Harga TBS di Berau Tak Kompetitif, Sutami Sebut Petani Pilih Jual Hasil Panen ke Kutai Timur

Sebab, bencana tidak hanya menimbulkan dampak pada kerusakan fisik pada rumah-rumah warga dan fasilitas umum, namun juga berdampak pada kesehatan masyarakat yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat.

“Karenanya kami minta Dinkes Berau untuk bisa proaktif turun ke lapangan. Jangan Cuma tunggu laporan dari warga, tapi harus stand by untuk melihat kondisi masyarakat jika memang terdampak banjir,” jelas Thamrin.

Baca juga  DPRD Berau Ingatkan Pemerintah, Sejumlah Persoalan Pasca Banjir Belum Sepenuhnya Tuntas

Dia menambahkan koordinasi lintas sektor sangat penting, dan harus diperkuat. Dia juga meminta Dinkes untuk membangun kerja sama yang kuat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai pemegang data warga terdampak, serta OPD terkait lainnya agar penanganan di lapangan bisa lebih terintegrasi.

“Dulu waktu saya masih di BPBD, kami selalu berkoordinasi dengan OPD untuk memastikan tim medis bisa segera turun. Ini penting untuk mencegah potensi penyakit yang muncul setelah banjir,” sambung dia.

Baca juga  Harga Pupuk Turun, DPRD Berau Minta Pengawasan Distribusi Diperketat

Thamrin juga mengingatkan pemerintah daerah untuk tetap waspada terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem dan curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini. Menurutnya, kesiapsiagaan dan respons cepat sangat menentukan keberhasilan pemulihan pascabencana.

Selain penanganan medis, Dinkes juga perlu memperhatikan kondisi sarana dan prasarana kesehatan yang rusak akibat bencana. (adv)

Bagikan:
Berita Terkait