Toilet Jadi Cermin Pariwisata, Disbudpar Berau Siapkan Perencanaan Sarpras Standar Internasional

diterbitkan: Sabtu, 2 Mei 2026 05:15 WITA
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa.

NUSANTARA TERKINI — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau menegaskan bahwa sarana toilet di destinasi wisata harus selalu menjadi prioritas utama bagi pengelola.

Hal ini ditekankan karena kondisi toilet sering kali menjadi tolak ukur utama bagi kebersihan dan kenyamanan sebuah tempat wisata di mata pengunjung.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa, mengatakan, ambisi untuk mempromosikan pariwisata Berau hingga ke tingkat mancanegara harus dibarengi dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai.

Baca juga  Wabup Gamalis Minta PLN Bangun SUTM di Tumbit Dayak 

Pihaknya menilai, kualitas fasilitas dasar tidak bisa ditawar lagi jika ingin bersaing secara global.

Jika seorang pengunjung datang dan mendapati toilet dalam kondisi tidak layak atau berbau, hal tersebut akan langsung menghilangkan minat serta merusak suasana hati saat berlibur.

Yudha memandang toilet bukan sekadar bangunan fisik, melainkan cerminan dari keseriusan pengelolaan wisata di daerah tersebut.

“Mau tidak mau toilet harus dipersiapkan dan kualitasnya juga yang terbaik,” ungkap Yudha.

Baca juga  Bidik Turis Asing, Disbudpar Promosikan Wisata Berau lewat Bali dan Yogyakarta 

Meskipun menjadi kebutuhan mendesak, Yudha mengakui, saat ini belum tersedia alokasi anggaran khusus karena proyek tersebut baru memasuki tahap perencanaan. 

Disbudpar Berau berkomitmen untuk segera menyusun dokumen perencanaan yang matang agar usulan pembuatan toilet berkualitas dapat segera diajukan. 

Langkah ini dilakukan setelah meninjau berbagai persyaratan standar internasional yang menuntut adanya fasilitas pendukung pariwisata yang mumpuni.

Menurut Yudha, penyediaan toilet yang layak adalah kebutuhan yang sangat mendasar dalam industri pariwisata dunia. 

Baca juga  Pemkab Berau Tumbuhkan Semangat Berkarya Pelajar lewat Fashion Carnival

Fasilitas ini dianggap sebagai cermin keramahan dan profesionalisme daerah dalam menyambut wisatawan. 

Ke depannya, pembangunan sarana prasarana akan disesuaikan dengan standar internasional agar selaras dengan target perluasan pasar pariwisata Berau.

“Menurut kami setelah melihat kepentingan untuk dunia pariwisata itu perlu. Karena itu salah satu tolok ukur juga, cermin kita juga kan,” pungkasnya. (Adv)

Bagikan:
Berita Terkait