Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Indonesia Desak Investigasi Menyeluruh

diterbitkan: Senin, 30 Maret 2026 10:00 WITA
Menteri Luar Negeri Sugiono. (Antara/Hafidz Mubarak)

NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Indonesia memberikan penghormatan tertinggi kepada Praka Farizal Rhomadhon, prajurit TNI yang gugur akibat serangan Israel saat menjalankan misi perdamaian dan keamanan internasional United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan.

Selain Praka Farizal yang merupakan Taban Provost 1 Ru Provost Kompi Markas (Kima) Yonif 113/Jaya Sakti, Kabupaten Bireuen, Aceh, juga ada tiga prajurit TNI lainnya terluka dalam serangan artileri tersebut.

Baca juga  Kapolri Tegaskan TNI-Polri Tetap Solid Usai Insiden Penyerangan Mapolres Tarakan

“Kita beri penghormatan yang setinggi-tingginya dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada prajurit kita yang gugur,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono sebagaimana dikutip dari Beritasatu.com, jejaring media ini, Senin (30/3/2026).

Menlu mengatakan, prajurit TNI yang gugur maupun terluka telah mengharumkan nama bangsa melalui profesionalisme dalam misi perdamaian dunia. Pemerintah berkomitmen memastikan proses pemulangan jenazah berlangsung cepat ke Indonesia.

Baca juga  Puncak Harkannas 2025, Bupati Minta Optimalisasi Produksi Perikanan Berau

Kedutaan BSAR Republik Indonesia (KBRI) Beirut juga diminta untuk terus memantau kondisi seluruh personel TNI di lokasi, serta menyiapkan langkah-langkah untuk pemulasaraan jenazahnya.

Tak hanya itu, Pemerintah Indonesia juga mendesak dilakukan investigasi menyeluruh atas insiden tersebut melalui jalur diplomasi.

“Meminta investigasi penuh dari UNIFIL untuk bisa menemukan sumber dari insiden ini dan sekali lagi meminta kepada semua pihak untuk melakukan deeskalasi,” pungkasnya. (**)

Baca juga  Ini Kronologis Penyerangan Mapolres Tarakan, Pangdam dan Kapolda Duduk Bersama
Bagikan:
Berita Terkait