Salinitas Air Tambak di Atas Normal, Diskan Berau Pastikan Budidaya Udang Windu Tetap Aman

diterbitkan: Jumat, 25 September 2026 04:33 WITA
Kawasan tambak udang dan ikan di wilayah Kabupaten Berau. (Foto: Zuhri/NT)

NUSANTARA TERKINI – Musim kemarau yang terjadi secara berkepanjangan membuat salinitas air tambak di Kabupaten Berau naik menjadi di atas normal.

Kondisi ini disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Budidaya Dinas Perikanan (Diskan) Berau, Budiono.

Menurutnya, angka normal untuk salinitas air payau pada umumnya berada di kisaran 5-10 ppm. Sementara itu, kondisi salinitas air payau saat ini sudah masuk pada kondisi 15-20 ppm.

Baca juga  Pemkab Berau Dorong Satu Kampung Satu Produk Unggulan

Kendati demikian, ia menyebutkan bahwa kondisi ini masih aman untuk budidaya udang windu. Artinya, uang windu masih mampu beradaptasi dengan kondisi salinitas air seperti ini.

“Karena udang windu masih dapat bertahan pada salinitas air berada pada kondisi 20-25 ppm. Jadi tidak perlu ada perlakuan khusus dalam melakukan budidaya udang windu,” kata Budiono.

Mesi memastikan kondisi ini masih dalam kategori aman, pihaknya dari Diskan Berau tetap akan terus melakukan pemantauan perubahan kualitas air payau tersebut. Termasuk perairan pada budidaya kondisi air tawar juga akan dipantau.

Baca juga  1.326 Pelaku Usaha Siap Perkuat Pasar, UMKM Olahan Ikan di Berau Tunjukkan Tren Positif

Langkah ini dinilai penting agar dapat terus melakukan update kondisi air seiring masih berlangsungnya musim kemarau saat ini.

Ada lima lokasi yang dilakukan pengecekan oleh Diskan Berau, yakni di Sungai Berau, Kelay, Segah, Gurimbang dan Samburakat. Dari hasil pemantauan, belum ada air asin yang masuk atau salinitas airnya masih berada pada angka nol.

Baca juga  Pemkab Berau Beri Pelatihan Budidaya Lele Ember, Pelajar SMA/Sederajat jadi Targetnya

Selain hasil pemantauan dari pemerintah daerah, pembudidaya juga harus melakukan pemantauan secara mandiri terhadap kondisi air di kawasan budidaya masing-masing. Secara berkala.

“Kondisi di lapangan harus terus dipantau meskipun saat ini kondisi perairan masih dalam kondisi aman untuk melakukan aktivitas budidaya,” pungkasnya. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait