Tiga Nelayan yang Dikabarkan Hilang di Perairan Derawan, Akhirnya Pulang Dengan Selamat

diterbitkan: Senin, 9 Maret 2026 04:10 WITA
Foto: Tiga Nelayan warga P.Diguna saat sudah berada di rumah, Senin (09/3/2026).

NUSANTARA TERKINI,- Kabar melegakan datang dari tiga nelayan asal Jalan Pangeran Diguna, Tanjung Redeb, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat pergi melaut. Setelah beberapa hari tak diketahui keberadaannya, ketiganya akhirnya kembali pulang ke rumah dengan selamat.

Ketiga nelayan tersebut yakni TA (32), SU (30), dan SK (39). Mereka sebelumnya dilaporkan hilang sejak Jumat (6/3/2026) setelah tidak dapat dihubungi oleh keluarga.

Baca juga  Pemkab dan DPRD Berau Sepakati RPJMD 2025-2029

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, mengatakan pihaknya menerima informasi bahwa ketiganya telah kembali ke rumah pada Senin (9/3/2026) pagi.

“Alhamdulillah, mereka sudah pulang ke rumah dengan kondisi sehat tanpa luka,” ujarnya.

Nofian menjelaskan, informasi hilangnya tiga orang ini bermula saat kapal yang mereka tumpangi berangkat menuju lokasi rumpun atau bagan untuk menangkap ikan.

Baca juga  Bersinarnya Bank Sampah Binaan PLN UIP KLT yang Ubah Nasib Warga Amintri, Perempuan Penjaga Lingkungan

Namun di tengah perjalanan, mesin kapal tiba-tiba mengalami kerusakan sehingga kapal tidak dapat melaju dan terombang-ambing di laut selama sekitar tiga hari.

“Untungnya saat itu, ada kapal nelayan dari Tanjung Batu melintas dan memberikan pertolongan. Kapal mereka ditarik ke Tanjung Batu untuk perbaikan,” paparnya.

Setelah mesin kapal kembali normal, para anak buah kapal (ABK) memutuskan melanjutkan perjalanan menuju bagan. Namun nahas, di tengah perjalanan mesin kapal kembali mengalami kerusakan sehingga mereka kembali terombang-ambing di tengah laut selama beberapa hari.

Baca juga  Sikapi Keresahan Masyarakat terkait Kelangkaan Pasir dan Koral di Berau, Bupati Sri Segera Bentuk Pokja Galian C

Sebelum benar-benar kehilangan kontak, salah satu nelayan sempat berkomunikasi dengan istrinya serta pemilik kapal. Namun setelah itu, komunikasi terputus karena telepon seluler yang digunakan mengalami kerusakan.

“Ini yang membuat keluarga panik, dan melaporkannya ke Polsek Tanjung Redeb,” pungkasnya. (*)

Bagikan:
Berita Terkait