NUSANTARA TERKINI – Harapan masyarakat dan pelancong untuk mendapatkan akses transportasi publik yang terjangkau menuju pesisir selatan Kabupaten Berau akan segera terwujud.
Perum DAMRI kini tengah mematangkan persiapan akhir untuk membuka rute baru yang menghubungkan pusat kota Tanjung Redeb dengan Kecamatan Biduk-Biduk.
Layanan bus plat merah ini diproyeksikan mulai mengaspal secara resmi pada akhir tahun 2026. Kehadiran trayek ini dinilai sangat strategis mengingat pesisir selatan Berau merupakan “rumah” bagi sederet destinasi wisata kelas dunia, seperti Danau Dua Rasa Labuan Cermin, Pulau Kaniungan, hingga Lamin Guntur.
Koordinator DAMRI Terminal Tanjung Redeb, Sofyan, mengungkapkan bahwa seluruh persiapan teknis dan fisik telah mencapai tahap final.
Survei kelayakan jalur yang dilakukan bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Darat pun telah tuntas sejak akhir tahun lalu.
“Secara kesiapan fisik, unit armada kami sudah siap. Survei jalannya pun sudah tuntas. Sekarang kami tinggal menunggu izin trayek keluar,” ujar Sofyan saat dikonfirmasi, Minggu (19/4/2026).
Dorong Akses Wisata Murah
Selama ini, akses menuju Biduk-Biduk didominasi oleh kendaraan pribadi atau travel dengan biaya yang relatif tinggi bagi sebagian kalangan.
Dengan masuknya DAMRI, biaya transportasi menuju kawasan wisata unggulan tersebut diharapkan bisa lebih ditekan, sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.
Selain memanjakan turis, rute ini juga menjadi solusi mobilitas bagi warga lokal di pesisir selatan untuk bepergian ke pusat pemerintahan di Tanjung Redeb dengan lebih aman dan terjadwal.
Menanti Lampu Hijau Perizinan
Meski armada telah siap sedia, operasional bus masih tertahan pada tahapan administratif. Sofyan menjelaskan bahwa pembukaan jalur baru memerlukan izin trayek yang melibatkan pengajuan berjenjang, mulai dari Pemerintah Kabupaten Berau hingga ke tingkat Provinsi.
Jika seluruh proses perizinan berjalan mulus, layanan ini ditargetkan sudah bisa dinikmati masyarakat paling lambat pada September 2026 mendatang.
“Pengajuan harus diawali dari pemerintah daerah, kemudian dilanjutkan ke tingkat provinsi. Kami berharap masyarakat dan pemerintah setempat ikut memberikan dukungan penuh agar DAMRI bisa segera melayani akses transportasi ke sana,” pungkasnya. (Ika/NT)






