Bisakah Persebaya Bertahan? Lima Laga Krusial Menanti Skuat yang Sedang Pincang

diterbitkan: Jumat, 3 April 2026 10:13 WITA
persebaya
Bernardo Tavares saat membela Persebaya di musim 2025/26. (Foto: Ileague.id)

NUSANTARA TERKINI – Persebaya Surabaya tengah berdiri di persimpangan jalan yang teramat sulit. Memasuki lanjutan BRI Super League 2025/26 pada bulan April ini, tim berjuluk Bajul Ijo harus menghadapi kenyataan pahit, jadwal pertandingan yang sangat padat di tengah kondisi skuat yang sedang remuk redam akibat cedera.

Pelatih Bernardo Tavares secara terbuka mengakui bahwa kebugaran timnya saat ini masih jauh dari kata ideal. Minimnya kedalaman skuat membuat pelatih asal Portugal itu tidak memiliki banyak pilihan untuk melakukan rotasi pemain di tengah jadwal yang mencekik.

Badai Cedera yang Belum Mereda

Baca juga  Matchday ke-28 Super League: Gol Menit ke-7 Bawa Persija Tumbangkan PSBS Biak

Kondisi fisik pemain menjadi perhatian utama tim pelatih bersama departemen medis. Dalam beberapa laga terakhir, Persebaya terpaksa menurunkan pemain yang sebenarnya belum pulih 100 persen, yang berdampak langsung pada performa tim di lapangan hijau.

Tavares bahkan sempat melontarkan pernyataan keras terkait situasi ini. Menurutnya, sangat tidak efisien bagi sebuah klub profesional jika para pemain lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan dibandingkan di lapangan latihan.

“Kami bekerja sama dengan departemen medis untuk memperbaiki kondisi ini. Tidak masuk akal jika klub membayar pemain tetapi mereka lebih banyak menghabiskan waktu dalam pemulihan daripada latihan,” tutur mantan pelatih PSM Makassar tersebut.

Baca juga  Tiket Porprov di Tangan, KONI Berau Desak Pemkab Buka Mata Soal Anggaran

Saat ini, Persebaya masih tertahan di posisi ke-7 klasemen sementara dengan perolehan 39 poin. Upaya untuk merangsek ke papan atas kini terganjal oleh terbatasnya opsi pemain yang siap tempur.

Menghadapi Lima “Final” di Bulan April

Tantangan Persebaya semakin nyata melihat daftar lawan yang akan dihadapi dalam waktu kurang dari satu bulan. Setidaknya ada lima pertandingan penting yang harus dilalui, termasuk laga sarat gengsi menghadapi rival abadi.

Lawan-lawan tangguh yang sudah mengantre adalah Persita Tangerang, Persija Jakarta, Madura United FC, Malut United FC, dan ditutup dengan duel panas melawan Arema FC. Jadwal ini menuntut ketahanan fisik ekstra dari para pemain yang tersisa.

Baca juga  Bungkam Kritik lewat Hasil Imbang, Rencana Taktis Tudor Terbukti Ampuh di Anfield

Guna mengantisipasi risiko cedera tambahan, tim pelatih kini menerapkan program pemulihan preventif yang sangat ketat.

Persebaya harus berjalan di garis tipis: menjaga intensitas latihan agar tetap kompetitif, namun tetap melindungi pemain agar tidak tumbang sebelum laga dimulai.

“Kami ingin menjaga intensitas dan agresivitas dalam latihan, karena itu yang dibutuhkan dalam pertandingan,” pungkas Tavares penuh harap. (*/Rusdiono/NT)

Bagikan:
Berita Terkait