NUSANTARA TERKINI – Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam menghadirkan akses pendidikan yang inklusif terus menunjukkan progres nyata.
Saat ini, pembangunan gedung Sekolah Rakyat di wilayah Palaran, Kota Samarinda, dilaporkan telah mencapai angka 40 persen dan tengah dalam tahap percepatan pengerjaan.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat kurang mampu yang selama ini mengalami keterbatasan akses terhadap institusi pendidikan formal.
Percepatan di Palaran
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kalimantan Timur, Achmad Rasyidi, menegaskan bahwa pihaknya terus mengawal pembangunan fisik agar manfaatnya dapat segera dirasakan.
Sekolah Rakyat di Palaran menjadi proyek percontohan penting dalam penyediaan layanan pendidikan yang lebih terjangkau.
“Pembangunan di Palaran saat ini sudah mencapai 40 persen dan terus kami percepat. Fasilitas ini ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan pendidikan yang lebih terjangkau dan inklusif,” ujar Achmad Rasyidi, Kamis (30/4/2026).
Ekspansi ke Enam Wilayah Kaltim
Kesuksesan pembangunan di Palaran akan menjadi pemantik bagi proyek serupa di berbagai daerah lain di Kalimantan Timur.
Dinas Sosial telah mengidentifikasi sejumlah wilayah strategis yang akan menjadi lokasi pengembangan Sekolah Rakyat selanjutnya guna memeratakan kualitas SDM di seluruh Benua Etam.
Beberapa wilayah yang masuk dalam rencana pengembangan antara lain:
- Kutai Kartanegara
- Berau
- Mahakam Ulu
- Balikpapan
- Kutai Barat
- Paser
Mewujudkan Pendidikan Inklusif
Program Sekolah Rakyat ini dirancang khusus untuk menjangkau lapisan masyarakat yang selama ini terpinggirkan dari akses fasilitas pendidikan standar.
Dengan pendekatan yang lebih fleksibel, program ini diharapkan mampu menekan angka putus sekolah dan meningkatkan literasi di daerah-daerah terpencil.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Sosial berkomitmen untuk terus memastikan program ini berjalan sesuai sasaran, sehingga keberadaannya benar-benar menjadi solusi nyata bagi masyarakat luas,” tutup Rasyidi. (Fatur/NT)






