Migas Kaltim “Ngegas” Sendirian, Sektor Lain Malah Tertinggal di Belakang

diterbitkan: Sabtu, 4 April 2026 09:17 WITA
Aktivitas kapal pengangkut batu bara di Sungai Mahakam (Dok: Liputan6)

NUSANTARA TERKINI – Sektor migas Kalimantan Timur mencatatkan lonjakan performa luar biasa pada Februari 2026 di tengah lesunya kinerja sektor nonmigas yang selama ini menjadi tumpuan utama.

Statistisi Ahli Madya Aryanti Cahyaningsih menjelaskan bahwa ekspor migas melonjak signifikan hingga 97,39 persen menjadi USD228,85 juta.

Pencapaian ini berbanding terbalik dengan sektor nonmigas yang justru mengalami penurunan sebesar 1,72 persen menjadi USD1,44 miliar.

“Pelemahan tersebut terutama dipicu oleh menurunnya permintaan pada komoditas bahan bakar mineral,”jelasnya, Sabtu (4/4/26).

Baca juga  Sidak ke Gudang Bulog Bulungan, Anggota DPR RI Rahmawati Cek Stok hingga Mutu Beras

Meskipun secara bulanan total ekspor Kaltim naik 5,53 persen mencapai USD1,67 miliar, namun secara kumulatif tahunan kinerja ekspor Kaltim masih berada dalam zona kontraksi.

Ketergantungan Sektor Pertambangan

Struktur ekspor Bumi Etam saat ini masih sangat didominasi oleh sektor pertambangan dengan kontribusi mencapai 67,37 persen. Sementara itu industri pengolahan hanya menyumbang sekitar 21,94 persen.

Kondisi ini menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap komoditas tambang masih cukup tinggi sehingga sangat rentan terhadap fluktuasi harga global. Penurunan terdalam dialami golongan bahan bakar mineral yang merosot hingga USD121,29 juta.

Baca juga  Dipromosikan ke Gubernur dan Pejabat Kaltim, Bupati Sri Sebut Coklat Berau Sudah Tembus Pasar Global

“Di sisi lain, terdapat angin segar dari komoditas lemak dan minyak hewani serta nabati yang berhasil tumbuh sebesar 38,83 persen. Sektor ini menjadi sedikit dari kelompok nonmigas yang mampu menunjukkan tren positif,”bebernya.

Dominasi Pasar Tiongkok

Tiongkok tetap mengukuhkan posisinya sebagai negara tujuan ekspor utama dengan kontribusi mencapai 37,38 persen. Negara tujuan besar lainnya adalah India dan Filipina yang terus menyerap komoditas asal Kaltim.

Baca juga  Musrenbang Kaltim 2027: 3.608 Aspirasi Masyarakat dan DPRD Masuk Tahap Verifikasi

Untuk jalur logistik, aktivitas ekspor terbesar masih terkonsentrasi di Pelabuhan Balikpapan dengan nilai menembus USD535,85 juta.

Diikuti oleh Pelabuhan Samarinda dan Bontang Bay sebagai pintu keluar utama komoditas unggulan daerah.

“Kenaikan secara bulanan memang terjadi, tetapi secara kumulatif kinerja ekspor masih mengalami kontraksi dibandingkan tahun sebelumnya”, jelas Aryanti Cahyaningsih.(*/Fawdi/NT)

Bagikan:
Berita Terkait