NUSANTARA TERKINI — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah wilayah Kabupaten Berau dipastikan berhenti beroperasi sementara waktu mulai Senin (6/4/26).
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya standarisasi kualitas dan keamanan pangan bagi para siswa penerima manfaat.
Ketua Satgas MBG yang juga Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengonfirmasi bahwa penghentian operasional ini dilakukan pada 9 Satuan Pelayanan Perangkat Gizi (SPPG).
Fokus utamanya adalah perbaikan infrastruktur vital dan pemenuhan legalitas kesehatan lingkungan.
“Beberapa SPPG di Kabupaten Berau stop operasional sementara (suspend) dikarenakan perbaikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan pengurusan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS),” jelas Rakhmadi.
Jaminan Higienitas Menjadi Prioritas
Pemenuhan dokumen SLHS menjadi poin krusial dalam jeda operasional ini. Sertifikat tersebut merupakan bukti resmi bahwa dapur produksi telah memenuhi standar sanitasi yang ketat, sehingga makanan yang dihasilkan benar-benar terjamin kebersihannya.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Wilayah SPPG Berau, Rani Oktaviana, menegaskan bahwa perbaikan sarana prasarana, terutama IPAL, tidak bisa ditunda demi menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi SPPG.
“Stop operasional dikarenakan perbaikan sarana prasarana terutama IPAL. Untuk kapan dimulainya kembali, tergantung seberapa cepat proses penyelesaiannya di lapangan,” ujar Rani.
Daftar SPPG Stop Beroperasi
Menilik surat edaran dari Badan Gizi Nasional, Nomor 1204/D.TW/3/2026 tanggal 31 Maret 2026 ada 74 SPPG di Kalimantan timur yang dihentikan operasionalnya, 8 diantaranya ada di Kabupaten Berau.
Dari daftar tersebut semuannya tersebar di empat kecamatan kota, seperti Tanjung Redeb, Gunung Tabur, Sambaliung dan Teluk Bayur. Berikut Daftarnya:
- SPPG Berau Karang Ambun Tanjung Redeb (Yayasan Pendidikan Islam Pinang Seribu)
- SPPG Berau Gunung Tabur (Yayasan Taqy Al Malik Education)
- SPPG Berau Riding, Teluk Bayur ( Yayasan Al Mukaromah Borneo Nusantara)
- SPPG Berau Gayam, Tanjung Redeb (Yayasan Yayasan Taqy Al Malik Education)
- SPPG Berau Tanjung Redeb 2 (Yayasan Kemala Bhayangkari)
- SPPG Berau Tanjung Redeb 3 (Yayasan Al Mukaromah Borneo Nusantara)
- SPPG Berau Sambaliung 2 ( Yayasan Pangan Asa Bangsa)
- SPPG Berau Tanjung Redeb 4( Yayasan Menuju Indonesia Bergizi)
3 SPPG Tetap Beroperasi
Meski mayoritas SPPG dihentikan sementara, masyarakat tidak perlu khawatir karena masih ada 3 titik SPPG yang tetap melayani distribusi Makan Bergizi Gratis. Wilayah tersebut meliputi:
- SPPG Gunung Tabur 1 (Tipalayo)
- SPPG Gunung Panjang
- SPPG Sambaliung 1
Di luar wilayah tersebut, distribusi dipastikan nihil hingga instruksi lebih lanjut diterbitkan. Salah satu sekolah yang terdampak langsung adalah SMPN 3 Tanjung Redeb.
Pihak sekolah mengonfirmasi telah menerima pemberitahuan resmi bahwa penghentian ini murni karena alasan teknis infrastruktur.
“Kami sudah dapat kabar bahwa sementara tidak menerima MBG mulai hari ini karena ada perbaikan di pihak SPPG. Kami tunggu arahan selanjutnya kapan akan dibagikan lagi,” pungkas Ari Prasetyo, salah satu guru di sekolah tersebut.(*/Andrikni/NT)





