NUSANTARA TERKINI – Para petani di Kabupaten Berau bisa bernapas lega saat memasuki Masa Tanam II tahun ini.
Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Berau memastikan stok pupuk bersubsidi dalam kondisi aman dan siap menopang aktivitas pertanian hingga dua bulan ke depan.
Kepastian ini disampaikan oleh Pejabat Fungsional Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (Jafung OPT) DTPHP Berau, Bambang Sujatmiko.
Ia menegaskan bahwa ketersediaan dua jenis pupuk utama, yakni Urea dan NPK, masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan di lapangan.
“Untuk satu sampai dua bulan ke depan masih aman,” ujar Bambang, memastikan bahwa para petani tidak perlu khawatir akan isu kelangkaan yang sering muncul di awal musim tanam.
Ratusan Ton Siap Salur
Berdasarkan data terbaru, gudang penyimpanan saat ini menampung jumlah pupuk yang tergolong besar. Rinciannya terdiri dari 444 ton pupuk Urea, 427 ton NPK subsidi, serta 80 ton NPK Pelangi Kakao.
Angka ini dinilai cukup untuk menjaga stabilitas pasokan bagi petani di berbagai kecamatan di Berau.
Meski pasokan pupuk kimia (anorganik) melimpah, Bambang mengakui adanya kekosongan pada stok pupuk organik bersubsidi.
Hingga saat ini, pihak penyedia yakni Pupuk Indonesia belum memberikan informasi lebih lanjut terkait jadwal pengiriman pupuk jenis tersebut.
“Pupuk organik masih kosong, belum ada info dari Pupuk Indonesia. Namun, ke depan pasti ada pengiriman lagi karena distribusi ini dilakukan secara bertahap,” jelasnya.
Distributor Diminta All-Out
Menyikapi stok yang melimpah, DTPHP Berau memberikan instruksi tegas kepada para distributor agar memberikan pelayanan maksimal kepada petani.
Penyaluran diharapkan dilakukan secara cepat dan tepat sasaran guna menghindari kendala teknis yang bisa menghambat produktivitas lahan.
“Saya minta distributor berikan pelayanan terbaik,” tegas Bambang.
Pemerintah berharap dengan terjaminnya nutrisi tanaman ini, sektor pertanian di Bumi Batiwakkal dapat terus berkembang pesat dan menghasilkan produksi yang optimal bagi ketahanan pangan daerah.
“Agar pertanian kita bisa jaya,” pungkasnya.(*/Ika/NT)





