Penemuan Jenazah Bocah di Bukit Pelangi Sangatta Diduga Royyan, Korban Penculikan 1 Juni 2026

diterbitkan: Rabu, 3 Juni 2026 11:10 WITA
penculikan anak kutim
Korban saat keluar dari RSUD Kudungga usai menjalani pemeriksaan.

NUSANTARA TERKINI – Kabar duka sekaligus kegemparan melanda warga Kota Sangatta, Kabupaten Kutai Timur.

Kasus hilangnya seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun bernama Muhammad Royyan Prasetyo, yang dilaporkan diculik oleh orang tak dikenal, kini menemui titik terang yang memilukan. Sesosok jenazah anak kecil ditemukan tergeletak di kawasan pusat perkantoran Bukit Pelangi, Rabu (3/6/2026).

Jasad yang diduga kuat merupakan Royyan tersebut ditemukan di area semak belakang Masjid Agung Al-Faruq, Bukit Pelangi, Sangatta Utara, hanya selang dua hari sejak korban dinyatakan hilang misterius dari lingkungan tempat tinggalnya.

Pencocokan Fisik Melibatkan Orang Tua Korban

Guna menghindari kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kutai Timur langsung bergerak cepat mengamankan lokasi penemuan dan mengevakuasi jasad ke instalasi pemulasaran jenazah. Pihak kepolisian saat ini memilih berhati-hati dan mengawal ketat proses identifikasi medis secara komprehensif.

Baca juga  Predator Anak Incar Kawasan Pesisir, Separuh Kasus Pencabulan Berau Ada di Wilayah Pesisir

Kapolres Kutim melalui Kasi Humas, Wahyu, menegaskan bahwa kepastian mengenai identitas jasad tersebut masih harus menunggu hasil otopsi visual dan pencocokan data primer-sekunder oleh tim dokter forensik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga Sangatta.

“Kita masih mau pastikan dulu. Ini (jenazah) dibawa ke rumah sakit untuk kita cocokan, apakah betul jasad yang ditemukan itu adalah Royyan atau tidak. Di sana kami juga memanggil orang tua anak itu untuk memastikan secara langsung fisik dan pakaian terakhir yang dikenakan,” ujar Wahyu, Rabu (3/6/2026) malam.

Selidiki Kabar Penangkapan Pelaku di Bandara Balikpapan

Di saat yang bersamaan, jagat media sosial juga diramaikan oleh rumor bahwa terduga pelaku penculikan brutal ini telah berhasil diringkus oleh aparat penegak hukum saat mencoba melarikan diri keluar dari wilayah Kalimantan Timur melalui jalur udara.

Baca juga  Temui Gubernur Kaltim, Kepala OIKN Beri Sinyal Percepatan Kawasan Inti Pemerintahan

Menyikapi isu yang berkembang liar tersebut, Wahyu menyatakan bahwa satuan reserse kriminal (satreskrim) tengah melakukan koordinasi lintas wilayah untuk memverifikasi kebenaran penangkapan seorang pria di ekosistem bandara internasional di Kota Minyak.

“Untuk kabar (penangkapan) yang beredar itu, kami juga sedang mencocokan dan melakukan konfirmasi. Apakah pria yang dikabarkan ditangkap di Bandara Balikpapan itu benar merupakan pelaku penculikan Royyan atau bukan. Semuanya masih dalam pemeriksaan intensif,” beber Wahyu secara proporsional.

Berawal dari Kampung Tator

Kasus dugaan penculikan anak ini pertama kali mencuat setelah orang tua Royyan mendatangi Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Sangatta Utara pada Senin (1/6/2026) malam. Berdasarkan laporan resmi, korban mendadak hilang dari kawasan Kampung Tator, Jalan Pasundan, Sangatta Utara, setelah terlihat dibawa oleh orang yang tidak dikenal.

Baca juga  Persiapan Ramadan 2026: BMKG Berau Prediksi Cuaca Didominasi Hujan Intensitas Sedang

Sesaat setelah menerima laporan darurat “info orang hilang” tersebut, personel kepolisian langsung diterjunkan ke lapangan untuk melacak jejak digital dan memeriksa saksi mata di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

“Keterangan awal dari pihak pelapor, korban memang dibawa oleh orang tak dikenal. Anggota kami di lapangan langsung melakukan pendalaman dengan menggali informasi dari warga sekitar dan mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) milik warga di sekitar lokasi kejadian demi mengidentifikasi pergerakan pelaku,” pungkas Wahyu.

Hingga berita ini diturunkan, area kamar jenazah RSUD Kudungga masih mendapat penjagaan dari petugas, sembari menanti hasil keputusan tim medis mengenai kepastian status jasad bocah malang tersebut. Warga Sangatta diimbau untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap pengawasan anak-anak di bawah umur.(*)

Bagikan:
Berita Terkait