Sampah Samarinda dan Balikpapan Tak Lagi Sia-sia, Bakal Jadi Listrik untuk Kukar hingga IKN

diterbitkan: Kamis, 23 April 2026 10:51 WITA
Suasana di TPA Manggar, Balikpapan. (Foto: UPTD TPA Manggar)

NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tengah menyiapkan langkah revolusioner dalam menangani persoalan limbah perkotaan.

Melalui proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), gunungan sampah di Samarinda dan Balikpapan tidak lagi hanya akan menumpuk di TPA, melainkan diolah menjadi sumber energi alternatif yang berkelanjutan.

Program strategis ini akan difokuskan pada dua titik utama, yakni wilayah Samarinda Raya dan TPA Manggar di Balikpapan. Menariknya, proyek ini dirancang dengan konsep terintegrasi antarwilayah guna memaksimalkan pasokan bahan baku sampah.

Baca juga  Jelang Lebaran, 12 Ribu Warga Berau Dapat Jatah Beras dan Minyak Goreng Gratis

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kaltim, H. Joko Istanto, menjelaskan bahwa pemilihan kedua lokasi tersebut didasarkan pada kesiapan infrastruktur serta besarnya potensi pasokan sampah harian.

“Kerjasama pengolahan sampah menjadi energi listrik ini mencakup dua lokasi utama, yakni di berbagai titik Kota Samarinda dan TPA Manggar Balikpapan,” ungkap Joko di Samarinda, belum lama ini.

Sinergi Samarinda-Kukar dan Balikpapan-IKN

Dalam skema pengembangannya, PSEL tidak hanya berdiri sendiri untuk satu kota. Wilayah Samarinda Raya akan mengintegrasikan sistem pengolahan sampah yang melibatkan sejumlah kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Baca juga  Kebakaran Kembali Terjadi di Big Mall Samarinda, Kali Kedua di 2025

Sementara itu, PSEL di Balikpapan diproyeksikan memiliki peran vital dalam mendukung ekosistem hijau di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dengan integrasi ini, masalah sampah di kawasan penyangga dan ibu kota baru diharapkan dapat tertangani secara simultan melalui konversi energi listrik.

Target Kelola 1.200 Ton Sampah Per Hari

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim akan bertindak sebagai koordinator program untuk memastikan target ambisius ini tercapai. Masing-masing wilayah PSEL ditargetkan mampu mengelola hingga 600 ton sampah per hari. Artinya, secara total terdapat 1.200 ton sampah yang akan dikonversi menjadi energi setiap harinya.

Baca juga  Berkali-kali Turun Jalan, Mahasiswa Unikarta Masih Saja Dicueki Bupati Kukar

Langkah ini diharapkan tidak hanya memperpanjang usia pakai Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), tetapi juga membantu pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat melalui metode yang ramah lingkungan.

Dengan kehadiran PSEL, Kaltim selangkah lebih maju dalam mewujudkan tata kelola kota yang bersih sekaligus mandiri energi.(/Wane/NT)

Bagikan:
Berita Terkait