NUSANTARA TERKINI – Perum BULOG Kantor Cabang Berau kembali menyalurkan bantuan pangan besar-besaran bagi masyarakat di Bumi Batiwakkal.
Program bantuan yang merupakan pengugasan langsung dari pemerintah ini menyasar sebanyak 12.212 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di 13 kecamatan dan 110 kampung.
Pimpinan Cabang Perum BULOG Berau, Lucky Ali Akbar menjelaskan, setiap keluarga akan menerima paket pangan yang terdiri dari 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Penyaluran ini mencakup alokasi untuk periode Februari hingga Maret 2026 guna memastikan stok pangan di tingkat rumah tangga tetap aman jelang lebaran.
“Penyaluran ini tidak hanya sekedar pendistribusian tetapi kami memastikan tepat jumlah tepat sasaran dan benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya, Rabu (18/3/26)
Distribusi Hingga Pelosok Kampung
Mengingat tantangan geografis Kabupaten Berau yang cukup luas, BULOG menerapkan strategi distribusi berdasarkan titik prioritas.
Wilayah-wilayah dengan tingkat kebutuhan pangan tinggi dan akses yang menantang menjadi fokus utama agar bantuan dapat diterima tepat waktu oleh masyarakat yang membutuhkan.
Dalam pelaksanaannya, BULOG bekerja sama erat dengan pemerintah daerah serta aparat kampung untuk memverifikasi penerima data.

Sinergi ini bertujuan agar bantuan tidak salah sasaran dan proses pembagian di lapangan dapat berjalan dengan tertib serta transparan.
“Kami menggunakan pola berbasis titik prioritas agar kampung-kampung dengan tingkat kebutuhan tinggi bisa lebih dulu terlayani,”jelasnya.
Jaga Stabilitas Harga Pasar
Selain berfungsi sosial untuk meringankan beban ekonomi warga, program ini juga berperan sebagai instrumen pengendali inflasi di daerah.
Dengan besarnya bantuan pangan yang masuk ke masyarakat, diharapkan permintaan pasar terhadap komoditas beras dan minyak goreng dapat terkendali sehingga harga di tingkat pedagang tetap stabil.
Lucky menambahkan bahwa program ini juga memiliki misi untuk menyerap hasil produksi petani lokal. Dengan terjaganya ekosistem pangan, para petani tetap mendapatkan kepastian pasar sementara konsumen mendapatkan perlindungan harga terutama menjelang momentum hari besar keagamaan.
“Bantuan ini memiliki dua fungsi utama yakni membantu daya beli masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen,”pungkas dia.(*)





