Wisata Berau Membeludak, Disbudpar Evaluasi Masalah Penginapan Hingga Sinyal Internet yang Lemot

diterbitkan: Jumat, 24 April 2026 06:25 WITA
Wisatawan BIdukbiduk
Wisatawan saat menunggu penyeberangan di Dermaga Teluk Sulaiman, Kecamatan Bidukbiduk, Berau. ( Foto: Zuhri/NT)

NUSANTARA TERKINI — Permasalahan sering muncul di berbagai lokasi daya tarik wisata saat jumlah pengunjung meningkat drastis.

Masalah tersebut mulai dari kurangnya akomodasi hingga buruknya jaringan internet saat musim liburan tiba.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau kini telah melakukan evaluasi mendalam terhadap berbagai kendala tersebut.

Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, menjelaskan, kurangnya akomodasi biasanya hanya terjadi saat musim puncak kunjungan.

Pada momen seperti libur Nataru dan Lebaran, banyak wisatawan bahkan sudah memesan penginapan dua bulan sebelumnya.

Namun, di luar masa libur panjang tersebut, ketersediaan akomodasi di Berau sebenarnya masih sangat mencukupi.

Persoalan lain yang disoroti adalah ketersediaan tempat makan yang sering kehabisan persediaan saat wisatawan membeludak.

Baca juga  Bupati Berau Beberkan Persoalan Daerah di Rakor Apkasi

Samsiah juga menghimbau setiap resort agar memiliki pengawas pantai demi keselamatan para pengunjung.

Selain itu, penanganan sampah menjadi hal krusial demi menjaga kenyamanan wisatawan dan kebersihan lingkungan sekitar.

“Kita akan selalu menyurat para pengelola untuk mempersiapkan kenyamanan dan keamanan tamu sebelum libur panjang,” ungkap Samsiah.

Sinyal internet juga sering menjadi keluhan utama bagi para pelancong yang berkunjung ke destinasi wisata.

Lambatnya sinyal ini terjadi karena banyaknya orang yang berkumpul dalam satu titik koordinat yang sama.

Untuk mengatasinya, Disbudpar Berau telah menjalin kerja sama strategis dengan Bank Indonesia (BI).

“Kami kerja sama dengan Bank Indonesia untuk menambah penguat sinyal di beberapa titik daya tarik wisata,” jelasnya.

Baca juga  Komitmen Membangun Pendidikan, Bupati Berau Raih Penghargaan Dwija Praja Nugraha

Terkait transportasi laut, Disbudpar akan berkoordinasi ketat dengan Dinas Perhubungan mengenai kapasitas muatan speedboat.

Setiap penyedia jasa diwajibkan mematuhi kapasitas penumpang dan memastikan penggunaan lifejacket sesuai aturan.

Langkah ini sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan air selama masa liburan berlangsung.

Disbudpar Berau juga tengah mengupayakan kerja sama dengan perusahaan asuransi jiwa bagi para pelancong. 

Rencana ini sudah didiskusikan untuk diterapkan pada destinasi wisata populer seperti Labuan Cermin. 

Dengan adanya asuransi, risiko kecelakaan yang mungkin terjadi nantinya akan mendapatkan perlindungan finansial yang layak.

“Nanti bakal kerja sama dengan perusahaan asuransi jiwa agar kecelakaan bisa ditanggung asuransi,” tambahnya.

Baca juga  Demi Kemajuan Pariwisata, Disbudpar Berau Siapkan Kanal Khusus Tampung Aspirasi dan Keluhan Warga

Di sisi lain, sektor penerbangan masih menjadi pekerjaan rumah besar karena tingginya minat masyarakat berkunjung ke Berau.

Namun, frekuensi penerbangan saat ini terhambat oleh situasi global yang tidak menentu.

Kenaikan harga avtur serta kondisi politik dunia membuat operasional maskapai menjadi cukup terganggu.

Pada masa arus mudik lalu, tiket pesawat menuju Berau sangat sulit didapatkan oleh calon wisatawan.

Hal ini terjadi karena banyak tiket sudah habis terjual sejak jauh hari sebelum keberangkatan.

Situasi tersebut menyebabkan banyak pelancong yang akhirnya gagal mengunjungi destinasi impian mereka di Bumi Batiwakkal.

“Situasi perang dan kenaikan BBM membuat operasional maskapai saat ini agak kacau,” pungkas Samsiah. (Adv)

Bagikan:
Berita Terkait