Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi jadi 15 Orang

diterbitkan: Selasa, 28 April 2026 08:21 WITA
Belasan Ambulance saat mengevakuasi para korban kecelakaan KA Argo Bromo Angrek dengan KRL di Stasiun Bekasi. (Foto: X)

NUSANTARA TERKINI– Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur kembali bertambah menjadi 15 orang hingga Selasa (28/4/2026) sore. Sebelumnya, jumlah korban tewas tercatat sebanyak 14 orang.

Kepastian tersebut disampaikan Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya, Kombes Pol Martinus Ginting, saat ditemui di RS Polri Kramat Jati. “Iya (15 meninggal),” ujarnya, dikutip Beritasatu.com.

Baca juga  Data Terbaru Tragedi KAI Bekasi, 7 Korban Jiwa dan Puluhan Luka Dievakuasi ke 9 RS

Sejumlah jenazah korban telah dievakuasi ke RS Polri untuk proses identifikasi lebih lanjut. Hingga saat ini, sedikitnya 10 korban masih menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

Kepala RS Polri Brigjen Pol Prima Heru Yulihartono mengatakan proses identifikasi dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai unsur kepolisian.

“Proses identifikasi terus berjalan dengan dukungan tim dari Polda Metro Jaya, Polres, hingga Mabes Polri,” ujarnya.

Baca juga  Rahmawati Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI ke Pemuda di Kaltara

Sementara itu, data terbaru terkait jumlah korban luka belum dirinci. Sebelumnya, puluhan korban dilaporkan mengalami luka dan telah mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi dan Jakarta.

Insiden bermula ketika sebuah taksi tertemper KRL di perlintasan tidak jauh dari Stasiun Bekasi Timur, sehingga mengganggu perjalanan kereta.

Dalam kondisi tersebut, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang tidak dapat menghindari rangkaian KRL yang tengah berhenti, sehingga terjadi tabrakan.

Baca juga  Proyek Legislatif-Yudikatif IKN Tetap Prioritas, OIKN Target Rampung Akhir 2027

PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah membuka posko tanggap darurat dan layanan informasi di Stasiun Bekasi Timur. Selain itu, masyarakat juga dapat mengakses informasi melalui Contact Center 121 untuk mengetahui perkembangan terbaru terkait penanganan korban.(Red/NT)

Bagikan:
Berita Terkait