Wisatawan Membludak Bikin Sampah Meningkat, Disbudpar Bakal Bentuk Tim Khusus Penanganan Wisata

diterbitkan: Sabtu, 2 Mei 2026 05:36 WITA
Wisatawan BIdukbiduk
Wisatawan saat menunggu penyeberangan di Dermaga Teluk Sulaiman, Kecamatan Bidukbiduk, Berau. ( Foto: Zuhri/NT)

NUSANTARA TERKINI — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau berkomitmen menjalin kerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk menangani permasalahan sampah di Bidukbiduk.

Masalah sampah hingga kini masih menjadi kendala utama yang memerlukan penanganan serius.

Hal ini menjadi kekhawatiran karena ketika jumlah wisatawan membludak, volume sampah diprediksi akan meningkat tajam dan berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan yang merusak keindahan alam.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, menegaskan, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat, mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, hingga kampung. 

Baca juga  Intip Pesona Agrowisata Buyung-Buyung, Bisa Wisata Sambil Belajar Tanam Padi di Lahan 1.000 Hektare

Selain itu, kolaborasi juga akan melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk merumuskan solusi konkret dalam menangani persoalan limbah tersebut.

“Mudah-mudahan nanti kita akan rapat koordinasi lah paling tidak, kita akan mencarikan solusi seperti apa,” ujar Yudha.

Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan adalah perbedaan fasilitas pengelolaan antara destinasi wisata.

Baca juga  Promosi Wisata Darat Perlu Banyak Event untuk Tarik Wisatawan 

Jika di kawasan Tanjung Batu sudah tersedia Unit Pelaksana Teknis (UPT) tersendiri sehingga masalah sampah dapat teratasi dengan baik, wilayah Bidukbiduk hingga saat ini belum memiliki struktur serupa.

Oleh karena itu, pembentukan sistem atau lembaga pengelola di Bidukbiduk dinilai harus segera direalisasikan.

Selain aspek kebersihan, masalah keamanan serta beberapa hal teknis lainnya juga dianggap perlu untuk segera didiskusikan agar seluruh kendala di lapangan dapat teratasi secara menyeluruh.

Baca juga  Berau Raih Penghargaan Perhutanan Sosial, Bupati Sri: Pemkab Komitmen Terus Jalin Kolaborasi

Yudha menambahkan, pertumbuhan jumlah pengunjung yang pesat secara otomatis akan memunculkan tantangan persampahan yang baru, sehingga pencarian solusi tidak boleh ditunda lagi.

“Ya mudah-mudahan nanti kita rapatkan dulu koordinasi dengan pihak-pihak terkait, supaya kita membentuk semacam satu tim yang akan menangani masalah pariwisata,” pungkasnya. (Adv)

Bagikan:
Berita Terkait