Toilet Jadi Sorotan, Disbudpar Berau Siapkan Standar Wisata Bertaraf Internasional

diterbitkan: Sabtu, 2 Mei 2026 09:13 WITA

NUSANTARA TERKINI, Berau – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau menegaskan fasilitas toilet di destinasi wisata harus menjadi prioritas utama pengelola.

Kondisi toilet dinilai menjadi salah satu penilaian pertama wisatawan terhadap kebersihan dan kualitas sebuah objek wisata.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa, mengaku, membawa pariwisata Berau ke tingkat internasional harus dibarengi dengan kesiapan sarana dan prasarana yang memadai, terutama fasilitas dasar bagi pengunjung.

Baca juga  Investasi Pariwisata di Berau Meningkat, Sektor UMKM Ikut Merasakan Dampaknya

Menurutnya, wisatawan akan langsung kehilangan kenyamanan jika mendapati toilet dalam kondisi kotor, rusak, atau berbau tidak sedap.

“Kalau pengunjung datang lalu toiletnya tidak layak, itu bisa langsung merusak suasana hati saat berwisata. Mau tidak mau toilet harus dipersiapkan dan kualitasnya juga yang terbaik,” ujar Yudha, Sabtu (2/5/2026).

Ia menegaskan, toilet bukan sekadar fasilitas pelengkap, melainkan cerminan keseriusan daerah dalam mengelola sektor pariwisata. Karena itu, kualitas fasilitas dasar tidak bisa lagi dianggap sepele apabila Berau ingin bersaing di pasar wisata global.

Baca juga  Balikpapan di Ambang Krisis SDM: Membaca Saja Tidak Cukup untuk Taklukkan Peluang IKN

Meski demikian, Yudha mengakui hingga saat ini belum ada alokasi anggaran khusus untuk pembangunan fasilitas tersebut karena program masih berada pada tahap perencanaan.

Disbudpar Berau, kata dia, tengah menyusun dokumen perencanaan agar usulan pembangunan toilet dengan kualitas terbaik dapat segera diajukan. Penyusunan itu juga mempertimbangkan berbagai standar internasional yang menjadi syarat penunjang destinasi wisata modern.

Baca juga  Tabrakan Kereta, KA Argo Bromo Anggrek Hantam KRL di Bekasi

Menurut Yudha, keberadaan toilet yang bersih dan layak merupakan kebutuhan mendasar dalam industri pariwisata dunia. Selain menunjang kenyamanan wisatawan, fasilitas tersebut juga menjadi simbol keramahan dan profesionalisme daerah dalam menyambut pengunjung.

“Menurut kami setelah melihat kepentingan untuk dunia pariwisata itu perlu. Karena itu salah satu tolok ukur juga, cermin kita juga kan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ika/NT

Bagikan:
Berita Terkait