Tak Hanya Aspal, Proyek Rp203 Miliar di Kelay Juga Sasar Penanganan Longsor dan Jembatan

diterbitkan: Kamis, 7 Mei 2026 10:59 WITA
Jalan keleya- Wahau
Kondisi petugas BBPJN Kaltim kala melakukan perbaikan jalan trans Kaltim. (Foto: Zuhri/NT)

NUSANTARA TERKINI – Peningkatan kualitas jalan nasional pada ruas Simpang 3 Muara Wahau hingga batas Berau/Kutim terus menunjukkan progres signifikan.

Proyek preservasi jalan yang dikelola Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim ini tidak hanya berfokus pada pelapisan ulang aspal, namun juga mencakup penanganan menyeluruh terhadap infrastruktur penunjang lainnya.

Dengan total anggaran mencapai Rp203 miliar, proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat konektivitas logistik dan mobilitas masyarakat di wilayah pedalaman.

Penanganan Komprehensif Infrastruktur

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5 BBPJN Kalimantan Timur, Syafrizal Haris, menjelaskan bahwa proyek ini didesain sebagai penanganan terpadu.

Baca juga  Luruskan Isu Rp125 Juta, Pemprov Kaltim Pastikan Harga Kursi Pijat Gubernur Hanya Rp47 Juta

Selain pengaspalan sepanjang 17,2 kilometer, tim di lapangan juga melakukan rehabilitasi pada struktur jalan yang rawan, termasuk penanganan titik-titik longsoran yang sering menjadi kendala bagi pengguna jalan di kawasan Kelay.

“Selain peningkatan permukaan jalan, proyek ini juga mencakup penanganan longsoran, rehabilitasi struktur jalan, serta pemeliharaan jembatan dan jalan secara berkala,” ujar Syafrizal.

Langkah ini diambil guna memastikan bahwa jalan nasional tersebut tidak hanya mulus di permukaan, tetapi juga memiliki ketahanan struktur yang kuat untuk menahan beban kendaraan berat yang kerap melintas di jalur tersebut.

Baca juga  Operasi Ketupat 2026 Dimulai, Bupati Berau Jamin Mudik Aman dan Lancar

Fokus Perbaikan di Kawasan Kelay

Saat ini, pekerjaan difokuskan di kawasan Kelay mengingat tingginya aktivitas kendaraan di wilayah tersebut.

Metode yang digunakan pun sangat selektif, diawali dengan proses patching atau penutupan lubang menggunakan campuran aspal panas sebelum dilakukan pelapisan ulang (overlay) menggunakan aspal jenis AC-WC.

Proses pengerjaan ini diawasi ketat oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah II untuk menjamin pengendalian mutu.

“Kami ingin memastikan pengguna jalan bisa lebih aman dan nyaman. Jadi, sebelum pelapisan, kondisi dasar jalan kami perbaiki secara maksimal agar hasilnya tahan lama,” tambahnya.

Baca juga  Jembatan Mahakam Ditutup Sementara, Lalu Lintas Sungai Juga Dihentikan

Target Tuntas Tahun 2027

Proyek yang dilaksanakan dengan skema tahun jamak (multiyears) ini telah dimulai sejak akhir 2025 dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada tahun 2027 mendatang.

Mengingat pengerjaan masih terus berlangsung, pihak BBPJN mengimbau para pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi lokasi proyek.

Rambu-rambu peringatan telah dipasang di sepanjang jalur pengerjaan untuk meminimalisir risiko kecelakaan.

“Keselamatan menjadi prioritas. Kami berharap masyarakat mengikuti petunjuk dan rambu yang ada selama pekerjaan berlangsung demi keamanan bersama,” tutupnya.(Rusdiono/NT)

Bagikan:
Berita Terkait