Diduga Diculik Saat Tidur, Warga Kampung Arab Mengaku Dipukul dan Diseret ke Hutan

diterbitkan: Jumat, 15 Mei 2026 09:24 WITA
Warga Tanjung Selor (terbaring) yang diduga jadi korban penculikan dan penganiayaan. (Foto: Warga/NT)

NUSANTARA TERKINI – Seorang warga Kampung Arab, Tanjung Selor Ibu Kota Kalimantan Utara (Kaltara) diduga menjadi korban penculikan dan penganiayaan pada Rabu (13/5/2026) malam.

Berdasarkan keterangan korban dalam potongan sebuah video yang berdurasi 4 menit 2 detik, korban yang bernama Mahfud itu mengaku diculik dirumahnya sekitar pukul 12.00 Wita, saat hendak tidur.

“Malam itu saya tidur di rumah. Saat tidur, saya ditelentangkan. Ditelentangkan, saya diborgol. Diborgol, kepala saya langsung ditutup. Ditutup, langsung dimasukkan dalam mobil,” kata korban.

Baca juga  Polri Bongkar Tambang Timah Ilegal di Bekasi, Kerugian Negara Capai Rp 10 Miliar

Setelah dimasukkan ke dalam mobil, korban mengaku dipukul dan dibawah ke daerah Tanjung Palas lalu diseret masuk ke dalam hutan-hutan.

“Di situ saya dipukul, ditinjak. Setelah dipukul dan ditinjak, saya ditinggal di situ. Di dalam hutan-hutan itu,” akunya.

Akibat kejadian tersebut, lengan, paha hingga belakang korban mengalami lebam.

Korban juga mengaku bahwa sebelum kejadian itu, ia sempat menegur seseorang yang ribut di sebuah tempat pada malam hari. Setelah itu susah tidak ada lagi.

Baca juga  Audit Kinerja, Wakapolda Kaltara: Temuan Berulang Siap Ditindak

“Setelah itu tidak ada masalah lagi. Itu juga saya tegur karena sudah jauh malam, sudah sekitar jam 12 (malam),” akunya.

Dalam kejadian ini, korban mengaku tidak melihat siapa saja pelaku dan juga tidak ada mengenali suara dari pelaku.

“Cuma itu dia (pelaku, Red) pesan waktu itu, sebelum dia bebaskan saya, dia tinjak leher saya, dia bilang jangan kau minum-minum lagi, jangan kau kacau-kacau orang jualan lagi. Sembayang lah kau,” tuturnya. (*/Fawdi/NT)

Baca juga  38 Pasang Tanduk Rusa Ilegal dari Tawau dan Nunukan Disita Petugas Karantina

Bagikan:
Berita Terkait