Jembatan Achmad Amins Gelap Akibat Pencurian Kabel, Dishub Samarinda Siapkan Rp900 Juta untuk Perbaikan

diterbitkan: Jumat, 19 Juni 2026 11:50 WITA
Jembatan Achmad Amins Samarinda

NUSANTARA TERKINI – Kondisi Jembatan Achmad Amins yang gelap gulita pada malam hari akhirnya mendapat atensi serius dari Pemerintah Kota Samarinda.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda mengonfirmasi telah menyiapkan alokasi anggaran sekitar Rp900 juta untuk merevitalisasi total sistem pencahayaan di salah satu infrastruktur penghubung vital Kota Tepian tersebut.

Langkah cepat ini diambil menyusul banyaknya keluhan dari pengguna jalan yang merasa waswas saat melintas akibat minimnya visibilitas.

Padamnya fasilitas penerangan tersebut diketahui bukan karena kerusakan teknis alami, melainkan akibat rentetan aksi kriminalitas spesialis pencurian kabel bawah tanah yang berulang kali merusak sistem elektrikal jembatan.

Pemulihan Lampu Lewat Pergeseran Anggaran

Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menerangkan bahwa pembiayaan senilai Rp900 juta tersebut berhasil diamankan melalui mekanisme pergeseran anggaran pada tahun anggaran berjalan.

Baca juga  Harga BBM Non-Subsidi di Kaltim Melambung Per 18 April, Dexlite Tembus Rp 24 Ribu

Saat ini, pihaknya tengah menunggu Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) hasil pergeseran tersebut terbit sebelum langsung melempar proyek fisik ini ke tahapan lelang elektronik.

“Sudah dianggarkan tahun ini. Kalau DPA hasil pergeseran sudah terbit, langsung masuk proses lelang,” tegas Hotmarulitua Manalu, Jumat (19/6/2026).

Manalu menjabarkan, dana ratusan juta tersebut nantinya akan difokuskan sepenuhnya untuk menormalkan kembali lampu-lampu reguler pada tiang penerangan utama jalan.

Sementara untuk konsep pencahayaan tematik atau lampu hias estetika yang mempercantik bentang jembatan, eksekusinya akan disesuaikan secara bertahap menimbang sisa kemampuan anggaran daerah yang tersedia.

Secara teknis, Dishub melakukan perubahan metode instalasi pada proyek revitalisasi kali ini. Pemasangan jaringan kabel dan lampu baru sengaja diletakkan pada eksternal tiang penerangan berdiri dan tidak lagi ditanam atau digabungkan langsung dengan struktur utama bentang baja jembatan.

Baca juga  Kelurahan Gayam Bentuk Posko Anti Balapan Liar, Pelaku Akan Langsung Diserahkan ke Polisi

Langkah solutif ini diambil sebagai mitigasi taktis agar aktivitas pemeliharaan maupun potensi gangguan elektrikal di masa depan tidak sampai memengaruhi atau merusak konstruksi kekuatan utama dari Jembatan Achmad Amins.

“Kalau digabung ke konstruksi, dikhawatirkan justru mengganggu struktur jembatan,” jelas Manalu.

Rapor Kerugian Daerah dan Pengamanan Lintas OPD

Berdasarkan catatan sekuritisasi internal Dishub Samarinda, aksi penjarahan kabel di Jembatan Achmad Amins telah menimbulkan kerugian material bagi kas daerah yang tidak sedikit, yakni diestimasi menembus angka Rp360 juta.

Baca juga  Presiden Pangkas Dana Transfer ke Daerah, Pembangunan Infrastruktur di Samarinda Diprediksi Ikut Kena Imbasnya

Kejahatan sabotase fasilitas publik ini terbilang nekat karena terus berulang secara masif sejak awal tahun 2025 lalu.

Sadar bahwa perbaikan lampu akan sia-sia jika tidak dibarengi dengan pengawasan ketat, Pemkot Samarinda kini membentuk tim pengamanan terpadu yang melibatkan kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Ke depan, aspek pengawasan digital melalui pengadaan dan pemasangan kamera pemantau (CCTV) berspesifikasi tinggi di titik-titik rawan akan diserahkan pengelolaannya kepada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Sedangkan untuk menutup celah fisik, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda ditugaskan memblokade atau menyemen permanen sejumlah akses masuk ilegal di kolong jembatan yang selama ini kerap dimanfaatkan para pelaku kriminal untuk menggasak kabel tembaga.(*)

Bagikan:
Berita Terkait