NUSANTARA TERKINI – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur mulai mengalihkan perhatian ke ruang digital menjelang rencana aksi unjuk rasa besar-besaran yang dijadwalkan pada 21 April 2026.
Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terhasut oleh narasi provokatif yang mulai bermunculan di media sosial.
Kepolisian melihat adanya potensi pihak-pihak tertentu yang ingin memanfaatkan momentum unjuk rasa untuk memicu kericuhan melalui penyebaran informasi menyesatkan.
Oleh karena itu, Polda Kaltim kini mengintensifkan patroli siber guna memantau lalu lintas informasi dan menjaga stabilitas sosial di dunia maya.
Pelototi Narasi di Media Sosial
Irjen Pol Endar Priantoro menekankan bahwa media sosial memiliki peran besar dalam membentuk persepsi publik yang dapat memperkeruh situasi di lapangan.
Pihaknya tidak ingin ruang demokrasi dicemari oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Media sosial sangat berpengaruh. Masyarakat harus cermat dan tidak langsung percaya pada informasi yang belum tentu benar. Kami lakukan patroli siber agar informasi yang beredar tidak menyesatkan dan tidak mengganggu stabilitas,” tegas Kapolda Kaltim, Sabtu (18/04/2026).
Kesiagaan di Titik Vital
Selain pengawasan di dunia maya, pengamanan fisik tetap menjadi prioritas dengan menerjunkan sekitar 1.900 personel gabungan dari Polri, TNI, dan Satpol PP.
Personel akan difokuskan pada dua titik utama, yakni Kantor DPRD Kaltim dan Kantor Gubernur Kaltim, guna memastikan aspirasi tersampaikan secara aman.
Kapolda memastikan bahwa sejauh ini kondisi keamanan di Kalimantan Timur masih sangat kondusif. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kedamaian Bumi Etam dan tidak membiarkan diri menjadi korban adu domba oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Kalimantan Timur dikenal sebagai wilayah yang damai. Mari kita jaga bersama agar kondisi ini tetap terpelihara,” pungkasnya.(*/Rusdiono/NT)






