Pemkab Berau Jaga Pemerataan Pangan di Tengah Ancaman Perubahan Iklim

diterbitkan: Kamis, 27 Agustus 2026 05:56 WITA
Bupati Berau, Sri Juniarsih. (Foto: NT)

NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menempatkan pemerataan ketersediaan pangan sebagai salah satu bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

Langkah ini tak hanya diarahkan untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi, tapi juga menjadi bagian dari upaya menghadapi berbagai tantangan yang dapat mempengaruhi sektor pertanian dan produksi pangan.

Bupati Berau, Sri Juniarsih mengatakan, perlu disiapkan kebijakan untuk menjamin pasokan pangan tetap terjaga dan tersedia di seluruh wilayah di tengah ancaman perubahan iklim saat ini.

Baca juga  Gamalis Minta Pelaku Ekraf dan UMKM untuk Bisa Manfaatkan Momentum Akhir Tahun

“Pemerataan menjadi aspek penting karena ketersediaan pangan harus dapat dirasakan masyarakat secara menyeluruh,” kata Bupati Sri.

Seperti kemarau yang terjadi saat ini, misalnya. Kondisi ini akan berdampak terhadap produktivitas hasil pertanian jika tidak segera diantisipasi dengan langkah yang tepat.

Ditegaskannya, ketahanan pangan di masyarakat tidak boleh hanya dilihat dari seperti apa kebutuhan saat ini. Tapi harus juga memperhatikan seperti apa kebutuhan dan kondisi ke depan.

Baca juga  Ikan Layang Penyebab Inflasi Berau, Pemkab Tekan Harga Lewat Pasar Murah

“Tantangan-tantangan ke depan harus sudah dipikirkan sejak saat ini, termasuk salah satunya tantangan perubahan iklim yang terjadi saat ini,” tuturnya.

Tak hanya dilakukan dengan memastikan ketersediaan bahan pangan. Pemkab Berau juga menaruh perhatian pada keberlangsungan lahan pertanian agar kawasan produktif tetap terjaga di tengah kebutuhan pembangunan daerah.

“Pengendalian pemanfaatan lahan menjadi salah satu langkah yang penting,” sebutnya.

Baca juga  Bupati Berau Minta Nelayan untuk Lebih Memanfaatkan Teknologi guna Meningkatkan Hasil Produksi

Untuk itu, Pemkab Berau ingin memastikan perkembangan pembangunan tidak berlangsung dengan mengorbankan lahan yang selama ini menjadi penopang produksi pangan masyarakat.

Pemanfaatan ruang pun didorong agar dilakukan secara terencana dan memperhitungkan kebutuhan dalam jangka panjang.

“Intinya, pembangunan tidak boleh mengesampingkan sektor pangan dan pertanian,” pungkasnya. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait