Kakao Berau Tembus Pasar Eropa, Pemkab Dorong Perluasan Areal Tanam

diterbitkan: Sabtu, 5 September 2026 08:15 WITA
Luasan tanam hingga kualitas kakao Berau terus diperkuat. (Foto: Ist)

NUSANTARA TERKINI – Komitmen perusahaan cokelat premium asal Prancis, Valrhona, untuk menyerap biji kakao dari Kabupaten Berau membuka peluang baru bagi pengembangan komoditas perkebunan tersebut.

Menyikapi hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau pun mulai memperkuat langkah dari sektor hulu guna memastikan kebutuhan pasar dapat dipenuhi secara berkelanjutan.

Melalui Dinas Perkebunan (Disbun), Pemkab Berau mendorong peningkatan produksi dengan memperluas areal tanam perkebunan kakao. Ini dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan ketersediaan lahan serta kesiapan petani sebagai pelaku utama produksi.

Plt. Kepala Disbun Berau, Hendratno mengatakan, target pengembangan kakao sebelumnya berada di kisaran 100 hektare lahan baru setiap tahun. Tapi, tahun ini target itu naik signifikan dengan adanya dukungan dari pemerintah pusat.

Baca juga  Sekkab Ingatkan Kepala Kampung Punya Peran Besar dalam Memimpin Masyarakat

“Ini akan kita lakukan secara selektif dengan melihat keseriusan petani dan kondisi lahan yang harus dipastikan bebas dari banjir,” kata Hendratno.

Hal tersebut akan dilakukan beriringan dengan pendampingan, pemberian bantuan hingga penguatan sumber daya manusia (SDM) dari petani itu sendiri.

Dukungan Kementan untuk Berau

Khusus sektor perkebunan, Berau mendapatkan dukungan perluasan lahan 400 hektare dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Baca juga  Pengembangan Biogas Kohe untuk Pembuatan Pupuk Mandiri di Pesayan dan Sukan

Dari total bantuan pusat ini, setengahnya atau 200 hektare untuk pengembangan kakao dan sisanya untuk komoditas kelapa. Tambahan ini membuat luasan kebun kakao di Berau jadi 1.050 hektare.

“Tapi, di sini kita tidak hanya fokus ke penambahan luasan, tapi kualitas produksi juga menjadi perhatian kita. Ini penting agar produk kakao kita bisa memenuhi kebutuhan pasar,” tuturnya.

Saat ini, kualitas biji kakao fermentasi menjadi keunggulan Berau yang terus dikembangkan. Keunggulan ini yang kemudian membuka akses untuk masuk ke pasar internasional.

Baca juga  Bantuan Air Bersih di Gunung Tabur Berau Terkendala Keterbatasan Truk Tangki

Lewat kerja sama yang dijalin, Valrhona membawa biji kakao Berau ini ke pasar Eropa.

Harapannya, perluasan areal tanam yang dibarengi dengan peningkatan kualitas, hingga kepastian pasar dapat menjadikan kakao sebagai salah satu komoditas yang mampu mendorong ekonomi masyarakat di Bumi Batiwakkal— nama lain dari Berau.

Adapun kondisi perkebunan kakao di Berau saat ini menunjukkan Sambaliung sebagai sentra utama dengan luasan mencapai 479 hektare. Selain itu, daerah lain yang juga menanam kakao itu di antaranya Kecamatan Kelay dan Segah. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait