Pemkab Berau Matangkan Rencana Pembangunan Pengaman Pantai Maratua

diterbitkan: Minggu, 6 September 2026 07:44 WITA
Abrasi yang terus terjadi di bibir pantai Pulau Maratua (IST)

NUSANTARA TERKINI – Abrasi yang terjadi di kawasan pantai wisata bahari Maratua, Kabupaten Berau saat ini menjadi perhatian serius untuk ditangani.

Namun, penanganan abrasi tersebut harus dilakukan secara tepat. Karena, jangan sampai penanganan abrasi yang dilakukan nanti justru berdampak terhadap habitat penyu yang menjadi data tarik utama pada kawasan wisata tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Berau, Hendra Pranata mengatakan, pembangunan pengaman pantai ini perlu dilakukan sebelum akses di daerah tersebut terdampak abrasi.

Baca juga  Perkuat Sektor UMKM, Pemkab Berau Susun Rencana Strategis hingga Penyaluran Stimulan

“Saat ini kami tengah mematangkan rencana pembangunan pengaman pantai di Maratua sepanjang 400 meter,” kata Hendra.

Adapun yang akan ditangani itu lokasi pada jalur Kampung Payung-Payung menuju bandara. Tapi, ia memastikan, kegiatan pembangunan tidak akan dilakukan sebelum kajian teknis selesai.

“Di sini kita harus lebih berhati-hati. Jangan sampai pembangunan yang dilakukan justru menimbulkan masalah baru. Jadi tidak hanya hari ini, kita juga harus memperhitungkan untuk jangka panjang,” kata Hendra.

Kawasan Turtle Traffic

Baca juga  Pemkab Berau Dorong Gula Merah Dumaring Jadi Oleh-Oleh Khas Kampung

Hendra menyebutkan, perlunya kehati-hatian di sini karena di sekitar lokasi rencana pembangunan pengaman pantai itu ada kawasan Turtle Traffic.

Secara alamiah, ketika air laut surut, penyu liat berkumpul di kawasan tersebut. Kondisi pola hidup dari satwa ini yang tidak ingin diganggu oleh Pemkab Berau dengan gangguan apapun, termasuk pembangunan infrastruktur.

“Ini harus kita pikirkan juga. Jangan sampai penyu-penyu ini pergi dari kawasan itu karena merasa kehidupannya terganggu,” tuturnya.

Lebih dari itu, Hendra juga menjelaskan bahwa wilayah pesisir Berau ini memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Sehingga penanganan abrasinya juga tidak bisa hanya dilakukan dengan satu pola.

Baca juga  Dukung Pariwisata dan Perikanan Wilayah Kepulauan, Pemkab Berau Apresiasi Program Pertamina

“Makanya harus ada kajian terlebih dahulu. Kan di Maratua ini beda dengan di Derawan, sehingga dia tidak bisa template,” tegasnya.

Pada prinsipnya, pembangunan infrastruktur dan perlindungan lingkungan harus dilakuian secara beriringan agar penanganan di wilayah pesisir tidak tidak berdampak pada hal lainnya, seperti penyu yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait