NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba melalui pelaksanaan tes urine di sejumlah kampung.
Kegiatan tersebut kini telah menjangkau delapan kecamatan dan akan dilanjutkan hingga seluruh wilayah Kabupaten Berau.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan, dalam pelaksanaan tes urine, peserta diminta terbuka mengenai riwayat konsumsi obat-obatan, khususnya obat yang diminum dalam satu hingga dua malam sebelum pemeriksaan.
Hal ini penting karena beberapa jenis obat, termasuk obat flu yang mengandung zat tertentu, berpotensi memengaruhi hasil pemeriksaan dan menyebabkan hasil tes terdeteksi positif.
“Makanya ada kebijakan agar kawan-kawan yang hari ini sedang melakukan tes urine mendaftarkan apakah pernah satu atau dua malam sebelumnya meminum obat. Apalagi obat flu yang mengandung obat tidur, ketika dites bisa saja terdeteksi,” ujarnya, Selasa (3/11/2026).
Menurut Gamalis, keterbukaan peserta menjadi hal penting agar hasil pemeriksaan dapat dipahami dan ditindaklanjuti secara tepat.
Dengan begitu, hasil tes tidak langsung disimpulkan tanpa mempertimbangkan riwayat konsumsi obat yang disampaikan peserta.
Ia menyebutkan, pelaksanaan tes urine ini mendapat responss positif dari pemerintah kampung.
Bahkan, seluruh kampung disebut telah meminta agar pemeriksaan serupa dapat dilaksanakan di wilayah masing-masing.
Saat ini, kegiatan telah memasuki pelaksanaan di kecamatan kedelapan. Selanjutnya, tes urine dijadwalkan berlangsung di Kecamatan Sambaliung dalam waktu dekat.
“Insya Allah lusa dilanjutkan di Sambaliung. Setelah itu tersisa Kecamatan Kelay, Segah, dan Maratua. Kalau semuanya sudah selesai, insya Allah seluruh wilayah sudah dilakukan tes urine,” jelasnya.
Pemkab Berau berharap pelaksanaan pemeriksaan tersebut dapat memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan kampung yang bersih dari narkoba. (*/Adv)






