Pemkab Berau Inventarisasi Kuliner Tradisional, Bidik Pengakuan Warisan Budaya Tak Benda

diterbitkan: Sabtu, 26 September 2026 02:18 WITA
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa.

NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau saat ini tengah menginventarisasi sejumlah warisan budaya yang ada di Berau, salah satunya kuliner tradisional.

Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Pemkab Berau membidik pengakuan terhadap sejumlah kuliner tradisional asli Berau sebagai warisan budaya tak benda.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa mengatakan, tahap awal yang dilakukan di sini adalah memastikan terlebih dahulu bahwa kuliner tradisional yang akan diusulkan untuk menjadi warisan budaya tak benda itu memiliki sejarah dan asal usul yang jelas.

Baca juga  Diskoperindag Berau Dorong UMKM Maju Hadirkan Lapangan Kerja

“Harus dipastikan dulu dasar sejarah dan asal usul dari kuliner yang ingin kita ajukan. Jadi dibuat dulu pakemnya,” kata Yudha.

Dalam penyusunan pakem tersebut, sejumlah pihak terkait akan dilibatkan, termasuk dari pihak Kesultanan Gunung Tabur dan Kesultanan Sambaliung. Berbagai ketentuan teknisnya juga akan dibahas dan disepakati terlebih dahulu sebelum ditetapkan.

“Seperti tata cara penyajian, misalnya. Semua ini harus dipakemkan. Setelah proses selesai, baru kita ajukan untuk didaftarkan sebagai warisan budaya tak benda,” jelasnya.

Baca juga  Berpotensi Tembus Pasar Global, Pemkab Berau Susun Rencana Pembangunan Rumah Produksi Kakao

Hidangan, Sejarah, Tradisi dan Kehidupan Sosial

Kuliner tradisional ini bukan hanya makanan yang disiapkan sebagai hidangan semata. Tapi di dalamnya tentu ada nilai sejarah, tradisi serta kehidupan sosial masyarakat terdahulu.

Hal ini tentu perlu dijaga bersama, makanya status sebagai warisan budaya tak benda ini dipersiapkan guna diusulkan untuk ditetapkan. Saat ini, ada dua kuliner tradisional yang dikenal sebagai khas Berau, yakni ancur paddas dan puncak rasul.

Baca juga  Pemkab Berau Komitmen Kembangkan Ekonomi Hijau menuju Pembangunan Berkelanjutan

Akan tetapi, lebih dari dua jenis itu juga masih ada beberapa kuliner tradisional khas Berau, baik itu dalam bentuk kue atau makanan lain yang juga diwariskan secara turun-temurun. Senua ini perlu diangkat sebagai bagian dari warisan budaya Berau.

“Jadi kita inventarisasi dulu semuanya, kalau sudah klir baru kita ajukan semuanya untuk ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda,” tuturnya.

Pastinya, berbagai upaya yang dilakukan saat ini tidak boleh meninggalkan karakter dan nilai tradisional dari kuliner tersebut. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait