Akses Laut Berau-Tarakan Terbuka, Dishub Bidik Penguatan Pariwisata Bahari

diterbitkan: Minggu, 13 September 2026 04:35 WITA
Pelabuhan yang digunakan untuk rute speedboat Berau-Tarakan. (Foto: Zuhri/NT)

NUSANTARA TERKINI – Penguatan sektor pariwisata Kabupaten Berau, Kalimantan Timur tidak hanya bertumpu pada potensi destinasi, tapi juga kemudahan akses menuju kawasan wisata.

Kehadiran rute reguler speedboat yang menghubungkan Berau dengan Tarakan, Kalimantan Utara menjadi salah satu upaya untuk membuka konektivitas laut sekaligus memperluas peluang ekonomi pariwisata.

Dinas Perhubungan (Dishub) Berau menilai pengoperasian jalur transportasi laut tersebut dapat menjadi pengungkit bagi penguatan wisata bahari di Bumi Batiwakkal— nama lain dari Berau.

Baca juga  Pemkab Berau Jaga Ketahanan Ekonomi Lewat Penguatan UMKM

Salah satu armada yang melayani rute tersebut, yakni SB Sadewa Sri Eva. Speedboat reguler ini beroperasi melalui Dermaga Wisata Sanggam.

Melalui jalur ini, wisatawan dari Kalimantan Utara dapat lebih mudah untuk sampai ke kawasan wisata bahari yang ada di Berau, seperti Derawan dan Maratua.

Kepala Dishub Berau, Rusnan Hefni mengatakan, pembukaan rute transportasi air antar provinsi ini sangat baik untuk mendukung penguatan konektivitas menuju kawasan wisata di Berau.

Baca juga  Gelar Patroli Dialogis di Bulungan dan Tarakan, Ditsamapta Polda Kaltara Sasar Area Padat Penduduk dan Fasum

“Ini juga mendorong keterhubungan ekonomi antar wilayah. Semakin mudah akses untuk menuju Berau, maka akan semakin besar pula peluang pertumbuhan pada sektor pariwisata,” kata Rusnan.

Selain di objek wisata, sektor lainnya seperti usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), kuliner, hingga penginapan juga akan merasakan dampak positifnya.

“Akses yang terus terbuka ini kita harapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Berau,” tuturnya.

Baca juga  Bupati Sri Tegaskan Komitmen Jaga Kelestarian Laut dan Ekosistem Bawah Laut Berau

Kendati demikian, hal yang paling utama dan sangat penting dalam ha lini adalah persoalan keselamatan. Oleh katena itu, kondisi armada harus dipastikan dalam kondisi aman sebelum beroperasi.

“Keselamatan itu merupakan hal mendasar yang tidak bisa ditawar-tawar. Dibukanya rute Berau-Tarakan ini kita harap mampu memperkuat posisi Berau sebagai salah satu tujuan wisata di Kalimantan Timur,” pungkasnya. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait