Pemkab Berau Kembali Beri Pelatihan Peningkatan Kapasitas Perempuan

diterbitkan: Kamis, 28 Agustus 2025 12:42 WITA
Pembukaan pelatihan perempuan pedesaan berani bicara dan berdaya oleh Pemkab Berau.

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus melakukan berbagai upaya untuk peningkatan kapasitas perempuan di Berau.

Dalam hal ini, pengarusutamaan gender menjadi salah satu agenda penting bagi Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Berau.

Untuk meningkatkan kapasitas perempuan pedesaan, Pemkab Berau melalui DP2KBP3A menggelar pelatihan agar perempuan bisa lebih berani bicara dan berdaya di lingkungan sosial masyarakat.

Baca juga  Lulusan Sekolah Tinggi di Berau Terus Bertambah, Wabup Gamalis Dorong Perusahaan Buka Kesempatan Magang

Bupati Berau, Sri Juniarsih melalui Kepala DPPKBP3A Berau, Rabiatul Islamiah mengatakan bahwa ini merupakan lanjutan dari kegiatan yang sudah digelar pada pekan lalu.

“Pekan lalu kita lakukan pelatihan table manner dan public speaking bagi para kaum perempuan. Kami fokus dalam pemberdayaan perempuan,” katanya.

Ia pun mengatakan bahwa arah pembangunan di Bumi Batiwakkal— nama lain dari Berau, saat ini bercorak gender, dimana perempuan dibukakan potensi yang sama dalam mengambil peran.

Baca juga  234 Rumah Tangga di Berau Terima Pemasangan Listrik Baru Gratis 

“Pengarusutamaan gender telah membuka ruang bagi kaum perempuan untuk berperan,” sebutnya.

Saat ini, sejumlah perempuan telah masuk dalam ruang-ruang strategis pemerintahan, mulai dari eksekutif hingga legislatif. Di Berau sendiri, tercatat ada enam kepala kampung dijabat perempuan.

Kemudian, ada enam perempuan juga yang mengisi kursi legislatif. Di level organisasi perangkat daerah, ada 9 perangkat daerah yang kursi kepalanya diisi perempuan.

Baca juga  Resmi Beroperasi, Segini Harga Tiket dan Jadwal Speedboat Rute Tarakan-Berau

“Ini capaian yang membuat kita semakin percaya diri. Perempuan harus berbuat,” katanya.

Kendati demikian, perempuan tetap harus ingat bahwa tidak boleh lepas dari fitrahnya sebagai seorang ibu. Sebab, perempuan yang terjun ke ruang publik dapat menjadi tantangan tersendiri.

“Jangan sampai anak dan suami nanti lapar karena ibu disibukkan dengan kegiatan di luar rumah. Ini harus jadi atensi perempuan saat melakukan aktivitas di luar,” pungkasnya. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait