NUSANTARA TERKINI – Ketersediaan benih menjadi salah satu penentu kelancaran musim tanam petani.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mulai mengantisipasi kebutuhan tersebut dengan memperkuat produksi benih dari lahan pembenihan milik daerah.
Langkah itu dilakukan UPTD Balai Benih Padi dan Hortikultura (BBPH) Kabupaten Berau melalui panen padi varietas IR64 di lahan seluas satu hektare.
Hasil panen kali ini tidak diarahkan semata-mata untuk produksi gabah konsumsi. Padi yang dipanen disiapkan sebagai benih padi berlabel putih yang nantinya dapat mendukung kebutuhan petani pada musim tanam berikutnya.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau, Lita Handini mengatakan, produksi benih tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan kebutuhan petani tersedia menjelang musim tanam III (MT III).
Lita menyebutkan, varietas IR64 dipilih karena masih menjadi salah satu jenis padi yang banyak diminati petani di Bumi Batiwakkal— nama lain dari Berau.
Jenis padi ini dipanen pada usia 110-120 hari. Hasil panen ini akan dimanfaatkan untuk benih pada MT III yang diperkirakan akan digelar pada November hingga Desember 2026.
Dengan cara ini, diharapkan masalah keterbatasan benih di petani lokal Berau dapat teratasi.
Ke depan ditargetkan akan dilakukan perluasan dan optimalisasi lahan BBPH untuk pembenihan. Langkah ini dilakukan dengan harapan produksi benih padi bisa meningkat.
“Kita upayakan kebutuhan benih padi petani lokal Berau dapat di penuhi dari produksi kita sendiri,” tuturnya.
Harapannya, dengan cara ini sektor pertanian di Berau dapat semakin kuat dan produksi hasil pertanian itu juga dapat terus meningkat. (*/adv)






