Bocah 10 Tahun Temukan Ayahnya Tak Bernyawa Akibat Tersetrum Alat Ikan di Sungai Tuan

diterbitkan: Selasa, 12 Mei 2026 12:09 WITA
Kondisi korban saat ditemukan meninggal dibatas perahunya, Senin (11/5/26) siang.

NUSANTARA TERKINI – Sebuah tragedi memilukan menyelimuti perairan Sungai Tuan, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan pada Senin (11/5/2026) pagi. Seorang nelayan bernama Ismail (45) ditemukan meninggal dunia di atas perahunya sendiri setelah diduga tersetrum alat pencari ikan.

Ironisnya, saksi mata pertama yang menemukan jasad warga Teluk Selimau tersebut adalah putra kandungnya sendiri, Ahmad Syani, yang baru berusia 10 tahun.

Jerit Minta Tolong di Tengah Sungai

Peristiwa ini bermula saat Ahmad Syani terbangun dari tidurnya di atas perahu sekitar pukul 05.50 WITA. Ia mendapati ayahnya sudah dalam posisi terlentang di sisi perahu.

Baca juga  IKWI Ingatkan Peranan Perempuan di Pemilu 2024, Menteri PPPA: Perempuan Kuatkan Visi Bangsa

Kondisi korban sangat memprihatinkan; kaki korban tersangkut kabel setrum, sementara bagian kepalanya berada di dalam air sungai.

Dalam suasana panik dan penuh tangis, bocah tersebut sempat mencabut capitan kabel setrum yang terhubung ke aki dan berusaha membangunkan sang ayah.

Namun, karena tidak ada respons dan perahu mulai hanyut ke tengah sungai, Ahmad berteriak sekuat tenaga meminta pertolongan.

Teriakan bocah malang tersebut akhirnya didengar oleh Martina Liang, seorang pemancing yang kebetulan melintas bersama dua rekannya.

Baca juga  Menaker Sebut, Hubungan Industrial Harus Dibangun atas Dasar Kepedulian

“Saya dengar ada anak minta tolong dari tengah sungai. Setelah saya dekati, anak itu bilang bapaknya kesetrum,” ungkap Martina memberikan kesaksian.

Evakuasi dan Dugaan Penyebab

Pihak Polresta Bulungan yang menerima laporan segera menuju lokasi kejadian. Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diduga mengalami serangan sakit lambung mendadak yang membuatnya terjatuh saat sedang beraktivitas menggunakan alat setrum ikan.

“Diduga korban tersetrum kabel setrum ikan miliknya sendiri, kemudian terjatuh dan tersangkut di samping perahu dengan posisi kepala masuk ke air hingga korban tidak dapat bernapas,” jelas Humas Polresta Bulungan, Aipda Hadi.

Baca juga  Gubernur Kaltara Pantau Situasi Malam Takbiran di Bulungan

Pihak keluarga, termasuk keponakan korban bernama Saparrudin, langsung membantu proses evakuasi jenazah ke rumah duka di Kelurahan Tanjung Selor Timur.

Keluarga menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni dan menolak untuk dilakukan autopsi.

Saat ini, barang bukti berupa aki dan kabel setrum telah diamankan. Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi para nelayan mengenai bahaya penggunaan alat setrum ikan, terutama saat kondisi fisik sedang tidak sehat.(Red/NT)

Bagikan:
Berita Terkait