TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Sri Juniarsih memberikan atensi terhadap penguatan fondasi transisi ekonomi dalam 5 tahun ke depan.
Atensi ini menjadi penegasan yang disampaikan Bupati Sri dalam rapat tertutup bersama dengan para camat se-Kabupaten Berau.
Di sini, Bupati Sri mengarahkan langsung kepada para camat untuk memastikan kesamaan visi pemerintah daerah apa yang dijalankan di setiap kampung.
“Kami sudah mencoba untuk memulai transisi ini, yaitu dari sektor batu bara ke sektor wisata,” ujar Bupati Sri, Senin (25/8/2025).
Dalam pertemuan ini, para camat diarahkan untuk membimbing dan mendampingi kepala kampung untuk menggali potensi yang ada di masing-masing agar kampung bisa memiliki pendapatan secara mandiri.
Langkah ini juga dilakukan agar ketika alokasi dana ke kampung tidak selancar beberapa tahun belakangan ini, pemerintah kampung tidak kelimpungan.
“Kita harus siap-siap dengan situasi apapun yang terjadi ke depan. Kita tidak tahu seperti apa ke depan nanti,” sebutnya.
Oleh karenanya, Bupati Sri berjanji akan menerjunkan konsultan, NGO, hingga LSM untuk melakukan pemetaan sumber daya yang dapat dikelola oleh pemerintah kampung.
Memang tidak semua kampung memiliki kekayaan wisata alam. Akan tetapi, tentu ada kekayaan sumber daya lain yang dapat dimanfaatkan, seperti sektor perkebunan hingga pertanian.
“Kondisi ini kita sangat pahami, makanya kita akan turunkan konsultan untuk membantu,” kata Bupati Sri.
Dengan begitu, Bupati Sri berharap para camat dapat segera melakukan koordinasi dengan kepala kampung di daerahnya masing-masing untuk merespons kebutuhan data sumber daya yang dimiliki.
“Ini harus dilakukan secepatnya supaya data yang ada bisa segera kita rangkum sebagai bagian dari acuan arah pembangunan ke depan,” pungkasnya. (*/adv)






