Panen Tak Sampai Separuh, Bayang-bayang Krisis Pangan Menghantui Warga Datah Bilang

diterbitkan: Senin, 20 April 2026 10:33 WITA
Padi Gunung, Mahakam Ulu
Aktivitas petani padi gunung di Kaltim.

NUSANTARA TERKINI – Ancaman krisis pangan kini menghantui masyarakat di Kampung Datah Bilang, Kecamatan Long Hubung, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).

Hasil produksi padi ladang yang menjadi tumpuan hidup warga dilaporkan merosot drastis pada musim panen tahun ini akibat faktor cuaca buruk dan serangan hama.

Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam karena hasil panen yang diperoleh petani bahkan tidak mencapai setengah dari produksi normal.

Penurunan ini dirasakan hampir merata oleh para petani yang hingga kini masih setia menjaga tradisi pertanian padi ladang kering.

Agang Juk, salah satu petani di Datah Bilang, mengungkapkan bahwa jika pada tahun-tahun sebelumnya satu hektare lahan mampu menghasilkan hingga 3 ton padi, tahun ini hasilnya jauh dari kata cukup.

Baca juga  Bye-bye Galau Bayar Semesteran! Program Gratispol "Amankan" Kursi 1.300 Mahasiswa UINSI

“Tahun ini hasilnya jauh berkurang, tidak sampai setengah dari biasanya. Tanaman banyak yang rusak diserang hama dan pertumbuhannya tidak maksimal karena curah hujan rendah,” keluh Agang, Senin (20/4/2026).

Terpaksa Membeli Beras

Dampak merosotnya produksi padi ini mulai mengancam ketahanan pangan mandiri di tingkat rumah tangga. Sebagian petani yang memiliki cadangan gabah dari musim lalu mungkin masih bisa bernapas lega.

Namun, bagi petani yang lumbungnya kosong, mereka kini berada dalam posisi sulit.

Baca juga  Susah Payah Evakuasi Paus Sperma di Balikpapan

Untuk menutupi kekurangan pangan keluarga, banyak petani yang terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli beras di pasar.

Hal ini menjadi beban tambahan bagi ekonomi keluarga, mengingat mayoritas pendapatan mereka juga bergantung pada sektor pertanian yang kini sedang lesu.

“Bagi yang masih ada padi tahun sebelumnya pasti aman. Tapi yang tidak, terpaksa mereka harus beli untuk menutupi kekurangan hasil yang ada,” tambahnya.

Harapan pada Program Padi Sawah

Di tengah kondisi yang sulit ini, masyarakat mulai melirik potensi pengembangan padi sawah yang tengah digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu.

Baca juga  Aksi 21 April Dibayangi "Provokasi", Kapolda Kaltim: Masyarakat Jangan Mau Diadu Domba!

Dengan kondisi lahan yang banyak dataran dan dekat dengan aliran sungai, pertanian sawah dinilai lebih menjanjikan karena potensi panen yang bisa dilakukan 2 hingga 3 kali dalam setahun.

Meski demikian, para petani berharap pemerintah tidak hanya menyediakan lahan, tetapi juga melakukan sosialisasi dan pendampingan yang masif.

Mengingat masyarakat setempat selama ini terbiasa dengan pola ladang, transisi ke pertanian sawah membutuhkan edukasi teknis yang mendalam.

Selain itu, bantuan berupa sarana pengendalian hama dan solusi pengairan sederhana sangat dinanti oleh petani agar kegagalan panen serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.(Rusdiono/NT)

Bagikan:
Berita Terkait