BERAU – Dinas Perkebunan (Disbun) Berau terus mendorong terciptanya kemitraan yang adil antara petani dan perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Berau. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini melalui Penyuluh Pertanian Ahli Pertama Dian Valda.
Dia menerangkan, hal tersebut mendesak untuk dilakukan agar posisi petani sawit yang bermitra dengan perusahaan bisa lebih kuat. Selain itu pihaknya juga ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berprofesi sebagai petani sawit di wilayah perkampungan.
“Kelapa sawit ini salah satu komoditas strategis yang punya peran penting dalam perekonomian Indonesia. Kami mau bagaimana komoditas ini manfaatnya juga bisa dirasakan dengan maksimal oleh warga Berau,” tutur Dian.
Dian memahami bahwa banyak petani sawit yang masih berhadapan dengan sejumlah kendala. Seperti keterbatasan akses terhadap modal, teknologi, ketersediaan bibit unggul, serta jaminan pemasaran hasil panen.
Karena itu, pola kemitraan yang diciptakan antara petani dan perusahaan seharusnya bisa memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan warga. Melalui kerja sama ini, diharapkan tercipta hubungan yang saling menguntungkan, baik dari sisi produksi, efisiensi, maupun pemasaran hasil panen.
“Kemitraan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi, memberikan kepastian pasar, serta memperkuat posisi tawar petani dalam rantai pasok industri kelapa sawit,” sebutnya.
Untuk informasi, program kemitraan yang dijalankan mencakup berbagai bentuk kerja sama, mulai dari pembinaan teknis budidaya, penyediaan bibit unggul, hingga sistem pembelian Tandan Buah Segar (TBS) sesuai harga penetapan pemerintah provinsi. (adv)






