NUSANTARA TERKINI – Target investasi di Kalimantan Utara (Kaltara) pada tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp30,55 triliun.
Nilai ini ditetapkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI. Secara cangkang cukup besar, tapi jika dibanding dengan target tahun 2025, angka ini jauh lebih kecil.
Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara, Rahman Putrayani mengatakan, di tahun 2025 itu target investasi Kaltara di angka Rp37,7 triliun.
“Agak turun di tahun ini, karena ada penyesuaian. Tapi untuk di Regional 5, realisasi investasi Kaltara termasuk yang paling tinggi,” kata Rahman.
Untuk bisa merealisasikan target BKPM ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara terus memperkuat hilirisasi hingga mendorong realisasi sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ada di Kaltara.
“Untuk hilirisasi, kita bisa mengembangkan di sektor industri, manufaktur, hingga EBT (energi baru terbarukan),” tuturnya.
Sedangkan untuk PSN, di Kaltara ada beberapa proyek, di antaranya Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Bulungan serta Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Bulungan dan Malinau.
“Tentu kita akan lebih memperkuat pengawasan untuk supaya target yang ditetapkan BKPM dapat terealisasi,” katanya.
Utamanya pengawasan terhadap kewajiban perusahaan dalam menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Sejauh ini masih ada perusahaan yang tidak mematuhi kewajiban tersebut.
“Hal ini yang juga menyebabkan realisasi investasi tersebut jadi tidak maksimal. Kita harap perusahaan dapat melaporkan itu dengan tepat waktu sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Terus Tarik Investasi
Selain itu, ke depannya pemerintah akan terus menarik investasi masuk ke Kaltara, di antaranya dengan menawarkan kemudahan perizinan.
“Saat ini kan sistem perizinan sudah berbasis online. Di situ waktu pelayanan juga sudah ditetapkan, jadi akan lebih mudah, cepat dan transparan,” tuturnya.
Bahkan, setiap ada pertemuan di luar daerah, lanjut Rahman, Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang juga terus mempromosikan potensi Kaltara.
Salah satunya pada Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar di Kota Makasar baru-baru ini, Gubernur Zainal membeberkan sejumlah potensi investasi di Kaltara.
Tentu dengan harapan, para Saudagar Bugis-Makassar dapat tertarik untuk berinvestasi di provinsi muda ini.
“Pastinya kenudahan itu menjadi atensi utama kita. Karena itu merupakan arahan dari Bapak Gubernur, yang mana setiap investor yang mau masuk harus diberikan kemudahan,” pungkasnya. (**)





