NUSANTARA TERKINI – Seorang warga Kampung Arab, Tanjung Selor Ibu Kota Kalimantan Utara (Kaltara) diduga menjadi korban penculikan dan penganiayaan pada Rabu (13/5/2026) malam.
Berdasarkan keterangan korban dalam potongan sebuah video yang berdurasi 4 menit 2 detik, korban yang bernama Mahfud itu mengaku diculik dirumahnya sekitar pukul 12.00 Wita, saat hendak tidur.
“Malam itu saya tidur di rumah. Saat tidur, saya ditelentangkan. Ditelentangkan, saya diborgol. Diborgol, kepala saya langsung ditutup. Ditutup, langsung dimasukkan dalam mobil,” kata korban.
Setelah dimasukkan ke dalam mobil, korban mengaku dipukul dan dibawah ke daerah Tanjung Palas lalu diseret masuk ke dalam hutan-hutan.
“Di situ saya dipukul, ditinjak. Setelah dipukul dan ditinjak, saya ditinggal di situ. Di dalam hutan-hutan itu,” akunya.
Akibat kejadian tersebut, lengan, paha hingga belakang korban mengalami lebam.
Korban juga mengaku bahwa sebelum kejadian itu, ia sempat menegur seseorang yang ribut di sebuah tempat pada malam hari. Setelah itu susah tidak ada lagi.
“Setelah itu tidak ada masalah lagi. Itu juga saya tegur karena sudah jauh malam, sudah sekitar jam 12 (malam),” akunya.
Dalam kejadian ini, korban mengaku tidak melihat siapa saja pelaku dan juga tidak ada mengenali suara dari pelaku.
“Cuma itu dia (pelaku, Red) pesan waktu itu, sebelum dia bebaskan saya, dia tinjak leher saya, dia bilang jangan kau minum-minum lagi, jangan kau kacau-kacau orang jualan lagi. Sembayang lah kau,” tuturnya. (*/Fawdi/NT)






