NUSANTARA TERKINI – Perjalanan menuju Tanah Suci bagi masyarakat Kabupaten Kutai Barat (Kubar) selalu memiliki kekhasan tersendiri.
Tahun ini, empat jemaah haji asal Bumi Taaan Purai Sendeuy dijadwalkan memulai perjalanan spiritual mereka pada Senin, 18 Mei 2026, dengan menempuh rute multi-transportasi yang menantang.
Berbeda dengan jemaah dari wilayah perkotaan, jemaah asal Kubar harus mengawali langkah mereka dengan mengarungi jalur sungai.
Transportasi speedboat menjadi pilihan utama untuk memangkas waktu tempuh menuju ibu kota provinsi, Samarinda.
Estafet Perjalanan dari Dermaga ke Embarkasi
Petugas Pelayanan Haji Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kutai Barat, M. Rafik, menjelaskan bahwa seluruh prosesi pemberangkatan telah diatur secara sistematis.
Sebelum bertolak, para jemaah akan mengikuti seremonial pelepasan resmi bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat sebagai bentuk dukungan moral dan doa restu.
“Pada 18 Mei akan dilaksanakan seremonial pelepasan bersama pemerintah daerah. Setelah itu, jemaah langsung diberangkatkan menggunakan speedboat menuju Samarinda,” terang Rafik belum lama ini
Setibanya di Samarinda, perjalanan tidak berhenti di situ. Rombongan kecil ini akan segera melanjutkan perjalanan darat menggunakan mobil menuju Asrama Haji Batakan di Balikpapan.
Perjalanan estafet ini dilakukan untuk memastikan jemaah tiba tepat waktu sesuai jadwal masuk asrama.
Jadwal Terbang dan Kepulangan
Setelah beristirahat dan menjalani pemeriksaan akhir di Asrama Haji Batakan, keempat jemaah tersebut dijadwalkan terbang menuju Arab Saudi melalui Embarkasi Balikpapan pada 20 Mei 2026.
Meskipun tahun ini Kutai Barat hanya memberangkatkan empat orang dari total tujuh jemaah yang terdaftar, pelayanan dan pengawalan tetap dilakukan secara maksimal.
Kemenag Kubar memastikan seluruh dokumen dan kesiapan fisik jemaah dalam kondisi baik sebelum menempuh perjalanan panjang tersebut.
“Para jemaah diperkirakan akan menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dan kembali ke Tanah Air pada 1 Juli 2026,” pungkas Rafik.
Perjuangan menempuh jalur sungai dan darat ini diharapkan menjadi awal yang khidmat bagi para jemaah dalam meraih predikat haji yang mabrur.(Red/NT)






