Ekonomi Berau Tumbuh, Peran 16 Ribu UMKM Perempuan Berhasil Tekan Indeks Ketimpangan Gender

diterbitkan: Jumat, 13 Februari 2026 11:30 WITA
Produk UMKM Berau yang sudah masuk ke toko-toko ritel modern (Foto: Zuhri/NT)

BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau sukses menjadikan pemberdayaan perempuan sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Langkah strategis melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ini terbukti ampuh menurunkan Indeks Ketimpangan Gender (IKG) secara signifikan di Bumi Batiwakkal.

Sekda Berau, Muhammad Said, mengungkapkan bahwa pihaknya menjalankan kebijakan pemberdayaan perempuan secara terstruktur. Pemkab Berau menggunakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pengarusutamaan Gender (PUG) sebagai kompas dalam setiap perencanaan program.

Baca juga  Berau Naik Kelas, Bibit Udang Windu Lokal Kini Lebih Unggul dari Produk Luar

“Hasilnya sangat nyata. Indeks Ketimpangan Gender kita membaik seiring meningkatnya peran perempuan dalam aktivitas ekonomi produktif,” jelas Said.

IKG Berau Turun Tajam

Data terbaru menunjukkan hasil yang menggembirakan. Nilai IKG Kabupaten Berau pada tahun 2024 kini berada di angka 0,421, turun drastis dari tahun sebelumnya yang menyentuh angka 0,502.

Muhammad Said menyebutkan bahwa kontribusi perempuan dalam sektor ekonomi bukan lagi sekadar pelengkap. Saat ini, tercatat lebih dari 16 ribu pelaku UMKM di Berau adalah perempuan. Kehadiran mereka tidak hanya memperkuat ekonomi rumah tangga, tetapi juga menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi lokal.

Baca juga  Sektor Pertanian Masuk dalam Lima Lapangan Usaha Penyumbang Terbesar Pertumbuhan Ekonomi Kaltara

“Perempuan telah menjadi motor penggerak ekonomi. Ini bukan lagi hanya isu sosial, melainkan strategi ekonomi jangka panjang bagi Kabupaten Berau,” tegasnya.

Pembangunan Inklusif dan Perlindungan Perempuan

Selain fokus pada sektor finansial, Pemkab Berau juga membangun ekosistem pembangunan yang inklusif. Pemerintah terus memperkuat program pendampingan bagi korban kekerasan, pemulihan trauma, hingga peningkatan kapasitas SDM perempuan.

Baca juga  Pesta Dividen BMRI: Rp 44 Triliun Mengalir ke Kantong Pemegang Saham

Said menekankan bahwa pembangunan yang responsif gender adalah kunci agar manfaat ekonomi bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat secara merata. Ia mengajak kolaborasi lintas sektor untuk terus menjaga momentum positif ini.

“Kami ingin memastikan penurunan ketimpangan gender ini berjalan selaras dengan pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” tutupnya.


Bagikan:
Berita Terkait