Perkuat Budaya Konsumsi Ikan, Diskan Berau Konsisten Gelar Pasar Ikan Murah

diterbitkan: Sabtu, 18 Juli 2026 05:08 WITA
Aktivitas pasar di TPI Sambaliung, Berau. (Foto: Istimewa)

NUSANTARA TERKINI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Perikanan (Diskan) terus memperkuat budaya konsumsi ikan di masyarakat.

Sebagai bebtuk komitmen dari pemerintah daerah, dihadirkan sebuah program unggulan yang secara konsisten terus digelar, yakni pasar ikan murah.

“Memang soal ketersediaan ikan di pasar terkadang kurang karena jumlah tangkapan nelayan menurun. Tapi insha Allah pasar ikan murah ini akan terus kita gelar,” ujar Kepala Diskan Berau, Abdul Majid.

Baca juga  Diskan Berau Permudah Izin Kapal Tangkap dan Pengangkut Ikan untuk Kesejahteraan Nelayan Berau

Abdul Madjid menjelaskan, siklus bulan dalam periode tahunan menjadi salah satu penyebab menurunnya hasil tangkapan ikan nelayan.

“Kita tidak bisa pastikan setiap hari itu ikan dapat tersedia dalam jumlah besar. Tapi kita tetap komitmen terus menjalankan program unggulan ini,” tuturnya.

NELAYAN DAN PEMBELI SALING MENGUNTUNGKAN

Abdil Madjid mengatakan, dalam roda perekonomian, khususnya di sektor perairan ini dipastikan akan saling menguntungkan.

Baca juga  Cegah Tindakan Ilegal Fishing, Diskan Berau Fokus Awasi Penangkapan Ikan di Sungai

Karena nelayan yang bekerja keras mencari ikan di laut sudah mendapatkan pasar yang jelas. Sedangkan para pembeli sudah pasti diuntungkan dengan harga ikan yang murah.

“Jadi nelayan tak perlu keluar biaya operasional yang besar untuk memasarkan hasil tangkapannya, karena pasar sudah tersedia. Iklim ekonominya kita buat, harapannya bisa konsisten dan terus meningkat,” tuturnya.

Baca juga  Peringatan Hari Ikan di Berau Berlangsung Meriah, Festival Ikan Hias Ramaikan GOR Tanjung Redeb

Adapun target dari program pasar ikan murah ini adalah konsumsi ikan rumah tangga di Bumi Batiwakkal— nama lain dari Berau dapat terus meningkat.

“Dampak positifnya tentu sangat banyak, termasuk dapat menekan inflasi dan meningkatkan transaksi rupiah di pasar tradisional yang ada di Kabupaten Berau,” pungkasnya. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait