Festival Bekudung Betiung Digelar Akhir Juni, Disbudpar Berau Dukung Penuh Pesta Panen Suku Dayak Gaai

diterbitkan: Kamis, 28 Mei 2026 08:02 WITA
Festival Adat Bekudung Betiung di Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung, yang rutin digelar setiap tahun.
Festival Adat Bekudung Betiung di Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung, yang rutin digelar setiap tahun.

NUSANTARA TERKINI – Festival Bekudung Betiung dipastikan akan kembali menyapa publik dan dijadwalkan meriah dalam waktu kurang lebih sebulan ke depan.

Acara tahunan ini merupakan upacara adat sakral dari Suku Dayak Gaai yang sejak turun-temurun mendiami kawasan Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung.

Bekudung Betiung akan resmi dilaksanakan pada 24 hingga 30 Juni 2026.

Secara filosofis, ritual Bekudung lazimnya digelar masyarakat adat segera setelah musim panen raya usai.

Hal itu sebagai ungkapan rasa syukur kepada alam serta Sang Pencipta atas kelimpahan berkah yang telah diterima.

Sementara itu, prosesi Betiung merupakan ritual sakral yang menandai fase peralihan penting seorang pria muda Dayak menuju gerbang kedewasaan.

Baca juga  Antisipasi Lonjakan Pengunjung, Frontliner Disbudpar Berau Siaga di Dermaga Sanggam Sampai Hari Kelima Lebaran

Prosesi adat ini melibatkan serangkaian ujian fisik dan spiritual yang berat.

Para pemuda harus melakukan perjalanan khusus ke dalam hutan belantara untuk membuktikan ketangguhan mereka.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budi Santosa, menegaskan, festival ini murni lahir dari semangat swadaya masyarakat.

Agenda besar tersebut sepenuhnya digagas, dirancang, dan dieksekusi secara mandiri oleh masyarakat adat berkolaborasi dengan Pemerintah Kampung Tumbit Dayak demi membentengi adat tradisi setempat dari gerusan zaman.

“Untuk upacara adat Bekudung Betiung merupakan acara yang digagas dan dilaksanakan oleh masyarakat adat dan Pemerintah Kampung Tumbit Dayak sebagai upaya mempertahankan tradisi mereka,” ungkap Yudha kepada Berauterkini, Selasa (26/5/2026).

Baca juga  Jembatan Sei Nibung Resmi Beroperasi, Perjalanan ke Wisata Berau Semakin Mudah

Yudha meluruskan, Disbudpar Berau memang tidak terlibat secara langsung ke dalam teknis pengadaan maupun kepanitiaan festival tersebut.

Hal itu dikarenakan panitia dari hulu ke hilir dibentuk secara organik oleh struktur internal masyarakat kampung itu sendiri.

“Mereka yang langsung membentuk panitianya, bukan Disbudpar,” ujarnya.

Kendati tidak ikut campur teknis pelaksanaan, Yudha memastikan Disbudpar Berau memberikan dukungan moral dan finansial secara penuh.

Pihaknya telah mengucurkan dana stimulan yang memang sudah diplot secara resmi ke dalam postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau 2026.

Baca juga  Siap-Siap Liburan! Ini Kalender Event Pariwisata Berau hingga Akhir 2026, Ada 23 Acara Seru

Untuk menutup sisa kebutuhan dana, panitia kampung menghimpunnya secara mandiri melalui iuran sukarela masyarakat serta menggalang partisipasi dana tanggung jawab sosial (CSR) dari sejumlah perusahaan swasta yang beroperasi di sekitar wilayah mereka.

Disbudpar Berau juga telah menjadwalkan diri untuk hadir langsung di lokasi guna menyaksikan jalannya ritual adat tersebut.

“Dalam hal ini Disbudpar mendukung acara ini dan ada memberikan dana bantuan yang sudah diprogramkan dalam anggaran 2026 ini,” kata Yudha. (Adv)

Bagikan:
Berita Terkait