Gubernur Zainal Paparkan Potensi Industri hingga Wisata Budaya Kaltara di Seminar Nasional

diterbitkan: Selasa, 8 Juli 2025 03:34 WITA
Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang saat paparan potensi Kaltara.

TORAJA UTARA – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A Paliwang memaparkan potensi besar Kaltara pada Seminar Nasional ‘The Legend of Pongtiku II’ di Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Senin (7/7/2025).

Mengusung tema ‘Peran Sulawesi sebagai Interkoneksi Indonesia Menghadapi 100 Tahun Indonesia’, seminar ini diinisiasi Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) jadi panggung kolaborasi pemimpin wilayah timur Indonesia dalam menyongsong masa depan Indonesia Emas tahun 2045.

Dalam paparannya, Gubernur Zainal menyampaikan bahwa Kaltara saat ini masuk dalam kawasan wilayah Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. Melalui jalur laut perdagangan ini, terdapat Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) terbesar di dunia.

KIHI yang berlokasi di Bulungan kini ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seluas 11 ribu hektare. Bahkan, di masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo, kawasan ini diproyeksikan akan diperluas hingga 30 ribu hektare sebagai pusat hilirisasi nasional.

Baca juga  DPRD Bulungan Fasilitasi Konflik Masyarakat dengan PT Pertamina EP Bunyu

“Saya sudah melihat langsung kawasan industri seperti di Tuban dan Kendal, yang luasnya hanya 3 ribu hektare, tapi begitu produktif. Bayangkan potensi Kaltara dengan kawasan tiga kali lebih besar, ini peluang emas bagi investasi dan percepatan ekonomi daerah,” kata Gubernur Zainal.

Ia juga mengungkapkan Kaltara memiliki cadangan energi bersih yang melimpah, yakni potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang dinilai cukup untuk memasok kebutuhan listrik seluruh Kalimantan bahkan hingga ke Sulawesi.

“Energi ini bukan hanya cukup untuk kita. Ini energi yang bisa kita bawa ke luar daerah. Kita punya sumber daya yang luar biasa, dan ini menjadi bagian penting dari kontribusi Kaltara bagi ketahanan energi nasional,” jelasnya.

Di aspek kesejahteraan, Gubernur Zainal mengungkapkan Kaltara di tahun 2021-2022, sempat mengalami kenaikan angka kemiskinan akibat pandemi Covid-19. Namun, sejak 2023 angka tersebut mulai berhasil ditekan berkat intervensi kebijakan dan program-program pemberdayaan.

Baca juga  Lantik Pejabat Administrator, Pengawas dan Fungsional, Gubernur Zainal: Tiga Bulan Tak Tunjukkan Kinerja Baik, Kita Ganti

“Kami berharap dukungan dari pemerintah pusat melalui kementerian dan lembaga terkait untuk terus memberikan perhatian kepada wilayah-wilayah yang memiliki potensi besar namun masih membutuhkan penguatan program pembangunan,” ucapnya.

Berdasarkan data BPS tahun 2022, di sektor pertambangan berhasil menyumbang 36,42 persen terhadap PDRB Kaltara yang mencapai Rp138,72 triliun. Hasil tambang ini meliputi minyak bumi, gas alam, emas dan CPO.

Di sektor pertanian, Kaltara memiliki total luas lahan 7,8 juta hektare, dengan luas sawah mencapai 8.260 hektare pada tahun 2024. Varietas kopi jantan dengan biji tunggal yang menjadi keunikan tersendiri merupakan produk unggulan Kaltara.

Baca juga  Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Gagalkan Pengiriman CPMI Ilegal di Dermaga Aji Putri Nunukan

Lalu sektor perikanan sangat menjanjikan, ia menyebutkan bahwa tambak-tambak organik yang dikelola masyarakat lokal di Kaltara memiliki ukuran besar, bahkan hingga 25 hektare per unit, dan mampu memproduksi hasil laut secara alami tanpa perlu pakan tambahan.

“Udang windu dan kepiting bakau menjadi komoditas unggulan ekspor yang tumbuh subur di wilayah ini,” kata Gubernur Zainal.

Gubernur Zainal juga menyinggung potensi wisata budaya di Kaltara yang memiliki 43-45 desa wisata aktif. Ia berharap konektivitas pariwisata antara Kalimantan dan Sulawesi bisa semakin kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya.

“Kaltara bukan hanya kaya, tapi juga siap menjadi simpul penting pertumbuhan ekonomi hijau dan kesejahteraan Indonesia. Kami membuka pintu untuk kolaborasi dan investasi, termasuk dari saudara-saudara kami di Sulawesi dan seluruh Indonesia,” pungkasnya. (**)

Bagikan:
Berita Terkait