Indonesia Berhasil Swasembada 9 Komoditas Pangan Strategis, Stok Beras Tembus 4,3 Juta Ton

diterbitkan: Kamis, 2 April 2026 08:51 WITA
Mentan Amran sidak pasar. (Beritasatu.com/Erfan Maruf)

NUSANTARA TERKINI – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mengumumkan pencapaian besar dalam sektor kedaulatan pangan.

Hingga April 2026, Indonesia tercatat telah berhasil mencapai swasembada pada sembilan komoditas pangan strategis, sebuah langkah besar yang memperkuat posisi tawar negara di kancah global.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa kesuksesan ini merupakan hasil dari konsistensi kebijakan dalam meningkatkan produksi dalam negeri dan menekan ketergantungan impor secara bertahap.

Sembilan komoditas tersebut meliputi beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.

Baca juga  DTPHP Berau Gelar Pelatihan untuk PPL, Harapkan Swasembada Pangan Lewat Sektor Pertanian

Ketahanan Beras Nasional yang Solid

Salah satu indikator utama kemandirian ini terlihat pada stok beras nasional yang saat ini berada di angka 4,3 juta ton. Pemerintah pun menargetkan jumlah tersebut akan terus meningkat hingga menyentuh 4,5 juta ton dalam waktu dekat.

“Kita buktikan hari ini, produksi naik, impor turun, dan Indonesia semakin kuat. Kalau pangan tidak kita kuasai, negara bisa ditekan. Pangan bukan sekadar ekonomi, ini adalah instrumen kedaulatan dan bagian dari sistem pertahanan negara,” tegas Amran, Rabu (1/4/26) seperti dikutip dari jejaring media ini Beritasatu.com

Baca juga  Binrohtal Rutin Polda Kaltara, Bentuk Anggota Polri Yang Humanis, Irjen Daniel Adityajaya Turut Hadir

Capaian positif ini juga diperkuat oleh data internasional dari United States Department of Agriculture (USDA) yang menunjukkan tren peningkatan signifikan pada produksi pangan Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.

Menjadi Kiblat Strategi Pangan Dunia

Keberhasilan Indonesia dalam mengendalikan impor dan menjaga stabilitas pasokan ternyata menarik perhatian dunia internasional. Negara-negara seperti Malaysia, Australia, Jepang, hingga Kanada dikabarkan mulai mempelajari strategi yang diterapkan Kementan dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Yang membedakan kita adalah keberanian mengambil keputusan dan kecepatan bertindak. Ketahanan pangan adalah benteng utama. Kalau ini kuat, Indonesia tidak hanya aman, tetapi juga berdaulat penuh,” tambah Amran.

Baca juga  Siap Beroperasi di 2028, Bandara IKN Sudah Kantongi Sertifikat Bandara Internasional VVIP

Dampak Ekonomi hingga ke Desa

Selain memperkuat posisi di mata dunia, swasembada ini juga berdampak langsung pada stabilitas ekonomi rakyat. Program pertanian berbasis desa dinilai efektif menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Melalui penguatan peran koperasi, rantai distribusi pangan berhasil dipangkas sehingga petani mendapatkan keuntungan lebih besar, sementara konsumen mendapatkan harga yang lebih terjangkau. Mentan optimistis, dengan kombinasi ketahanan pangan dan kemandirian energi, Indonesia kini berada di jalur yang tepat menuju kekuatan global baru. (*)

Bagikan:
Berita Terkait