Inovasi Pertanian, UPT BBPHA Manfaatkan Galon Bekas untuk Perangkat Hama Bertenaga Surya

diterbitkan: Minggu, 16 November 2025 04:37 WITA
Pemanfaatan galon bekas untuk perangkat hama jadi inovasi pertanian yang diberikan UPT BBPHA Berau (Dok: UPT BBPHA Berau)

BERAU – Unit Pelaksana Teknis Balai Benih Pertanian dan Hortikultura (UPT BBPHA) Kabupaten Berau meluncurkan inovasi di sektor pertanian dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas. Mengusung konsep zero waste, UPT BBPHA Berau mempersipkan strategi pengendalian hama di lahan pertanian.

Strategi yang disiapkan adalah dengan membuat Lampu Perangkap Hama Tenaga Surya yang dibuat dari galon plastik bekas. Kepala UPT BBPHA Berau, Adi Mulyo, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari kebutuhan akan solusi pengendalian hama yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Baca juga  Ekspor Perdana 20 Ton Kakao Berau Siap Meluncur, Resmi Menembus Pasar Eropa

“Kami memanfaatkan limbah gallon plastic untuk menciptakan lampu perangkap hama sederhana. Meski sederhana ini punya peran vital dalam mencegah serangan hama di lahan persawahan,” terang Adi Mulyo.

Dia menambahkan, fungsi utama dari lampu perangkap ini bukanlah sekadar membunuh hama, melainkan untuk identifikasi spesifik jenis dan populasi hama di sawah. Menurutnya, hasil identifikasi sangat krusial dalam untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk bertindak.

Baca juga  Sektor Pertanian di Berau Terus Bergairah, Wabup Berau Optimis Ketahanan Pangan Bisa Terwujud

Kata Adi Mulyo, dengan hasil identifikasi  yang akurat, penggunaan pestisida atau herbisida dapat dilakukan secara spesifik dan terarah. Hal ini secara langsung mampu menekan biaya operasional petani, mengurangi dampak buruk pada lingkungan, dan mengeliminasi praktik penyemprotan tanpa target yang jelas.

Inovasi ini menonjol karena sepenuhnya mengedepankan konsep penggunaan ulang limbah (zero waste) dan energi terbarukan. “Perangkap yang ada dalam badan perangkap menggunakan galon plastik yang tidak terpakai sebagai limbah,” imbuhnya.

Baca juga  Dinas Perikanan Dorong Produksi Udang Windu di Kampung Suaran, Kecamatan Sambaliung

Saat ini, inovasi sederhana, hemat biaya, dan berkelanjutan ini tengah gencar disosialisasikan kepada para penyuluh pertanian. Adi Mulyo memastikan bahwa arah pengembangan ke depan adalah memfasilitasi dan mengarahkan petani agar dapat menerapkan teknologi sederhana ini secara luas, demi mendukung upaya pertanian berkelanjutan dan hemat biaya. (adv)

Bagikan:
Berita Terkait