IPM Kaltim Tembus 79,39: Transformasi SDM Menuju Generasi Emas Kini Bukan Sekadar Wacana

diterbitkan: Jumat, 10 April 2026 08:21 WITA
IPM Kaltim 2026
Apel ASN Pemprov Kaltim di halaman gedung Gubernur KAaltim.

NUSANTARA TERKINI — Transformasi pembangunan di Kalimantan Timur menunjukkan hasil nyata yang tidak hanya terpaku pada sektor infrastruktur dan ekonomi.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bumi Etam tahun 2026 tercatat melejit di angka 79,39, memposisikan daerah ini jauh di atas rata-rata nasional.

Keberhasilan ini menjadi sinyal kuat bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kaltim semakin kompetitif.

Salah satu pilar utamanya berasal dari sektor pendidikan, di mana Angka Partisipasi Kasar (APK) Kaltim berhasil menduduki peringkat tertinggi secara nasional dengan capaian 95,59 persen.

Baca juga  Imbas Avtur Naik, Penerbangan Batik Air dan Sriwijaya Menuju Berau Banyak yang Dibatalkan

“Kualitas SDM tersebut terbentuk dari keluarga yang kuat, sehat, dan sejahtera. Oleh karena itu, pembangunan keluarga harus menjadi prioritas bersama,” tegas Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kaltim, Anik Nurul Aini, Jumat (10/4/26).

Rekor Pendidikan dan Harapan Hidup

Selain APK yang memuncaki peringkat nasional, indikator pendidikan lainnya juga menunjukkan tren positif. Harapan lama sekolah anak-anak di Kaltim kini menyentuh 14,04 tahun, sementara rata-rata lama sekolah berada di angka 10,10 tahun.

Sektor kesehatan juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan IPM. Usia harapan hidup masyarakat Kaltim kini mencapai 75,28 tahun.

Baca juga  Polresta Samarinda Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan DPRD dan Kantor Gubernur 21 April

Hal ini berjalan beriringan dengan penurunan prevalensi stunting yang kini berada di angka 15,94 persen, berkat intervensi terintegrasi di seluruh kabupaten/kota.

“Transformasi pembangunan tidak hanya fokus pada fisik. Dari keluarga yang berkualitas akan lahir generasi yang mampu bersaing, adaptif, dan berkarakter,” imbuhnya.

Ketahanan Keluarga Sebagai Kunci

Pemerintah Provinsi Kaltim terus memperkuat fondasi ini melalui payung hukum Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga.

Baca juga  Evaluasi Dampak Banjir, DPUPR Berau Kaji Relokasi Warga dari Bantaran DAS Segah

Program ini berfokus pada pemberdayaan ekonomi dan edukasi yang menyasar seluruh siklus hidup manusia.

Kolaborasi lintas sektor, termasuk penguatan Program Bangga Kencana bersama BKKBN, menjadi strategi utama dalam menjaga tren positif ini.

Peningkatan pelayanan perencanaan keluarga melalui akses alat kontrasepsi dan edukasi calon pengantin juga terus digenjot guna menciptakan keluarga yang tangguh dan mandiri.

Dengan capaian Indeks Pemberdayaan Gender (IPG) yang menyentuh 61,41, Kaltim kian menunjukkan komitmennya dalam membangun kesetaraan dan kualitas hidup yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.(*/Rusdiono/NT)

Bagikan:
Berita Terkait