Jalan Longsor Berau-Bulungan Diperbaiki, Distribusi Barang Antarprovinsi Bakal Kembali Lancar

diterbitkan: Selasa, 2 Juni 2026 07:00 WITA
Jalan Longsor Berau Bulungan
Proses perbaikan jalan longsor di Poros Berau-Bulungan. (Foto: Ika NT)

NUSANTARA TERKINI – Upaya pemulihan urat nadi perekonomian dan jalur logistik utama yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Timur dengan Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan perkembangan positif.

Proyek penanganan titik jalan longsor di kawasan strategis mulai simpang 3 Maluang menuju perbatasan Kabupaten Berau–Kabupaten Bulungan kini mulai dikebut oleh Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) II Kalimantan Timur.

Perbaikan ini dinilai sangat krusial mengingat jalur nasional tersebut merupakan poros tunggal distribusi barang, bahan pokok, serta mobilitas vertikal masyarakat antarprovinsi di wilayah utara Kalimantan yang sempat terhambat akibat penurunan stabilitas tanah.

Kebut Pondasi Dalam Demi Kekuatan Jalur Logistik

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.6 Kaltim, Ariesta Andayani Trihandoko, mengonfirmasi bahwa jalannya proyek di lapangan kini sudah bergeser ke ranah konstruksi berat.

Baca juga  Dari Expert Hingga Bocah 12 Tahun, Ratusan Pebalap Adu Nyali di Road Race Bupati Cup 2026

Tim teknis di lokasi mulai melakukan penanaman struktur pondasi dalam untuk mengunci dinding tanah yang rapuh agar tidak kembali bergeser di masa mendatang.

“Saat ini proses penanganan telah memasuki tahap pekerjaan bored pile pada titik-titik yang telah ditetapkan. Sekarang mulai dikebut penanganannya,” terang Ariesta, Senin (1/6/2026).

Ariesta merincikan, pengerjaan fisik yang memakan ruang badan jalan ini diproyeksikan akan berlangsung intensif selama tiga hingga empat bulan ke depan.

Fokus penanganan struktur penahan longsoran difokuskan sepanjang 82 meter, yang merupakan bagian dari target pemulihan total bentang jalan terdampak sepanjang 150 meter.

Metode penanganan yang komprehensif ini sengaja dipilih demi memastikan kekuatan jangka panjang infrastruktur jalan, sehingga mampu menahan beban kendaraan bermuatan berat (overloading) yang saban hari melintasi perbatasan dua provinsi tersebut.

Baca juga  Bahlil Targetkan Lifting Minyak di Pertamina Hulu Mahakam Capai 605 Ribu Barel Per Hari

Amankan Roda Ekonomi dan Distribusi Sembako Antarprovinsi

Secara geopolitik ekonomi, pulihnya fungsi kawasan Simpang 3 Maluang ini memegang peranan sangat vital. Selama ini, Kabupaten Berau bertindak sebagai salah satu wilayah penyangga sekaligus koridor transit suplai aneka komoditas dari arah Samarinda dan Balikpapan menuju Bulungan maupun Tarakan, begitu pula sebaliknya.

Penyelesaian proyek ini secara otomatis akan mengeliminasi waktu keterlambatan operasional armada truk logistik yang selama ini terpaksa memperlambat laju kendaraan akibat kondisi jalan yang amblas dan rawan longsor susulan.

“Rehabilitasi jalan ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi jalur penghubung secara optimal. Ini adalah akses penting antara Kabupaten Berau dan wilayah perbatasan Kalimantan Utara,” jelas Ariesta.

Baca juga  Berau Turunkan Dua Atlet Panahan Wakili Kaltim di Kejurnas Klaten

Di samping mengamankan rantai pasok barang, penyelesaian proyek ini ditargetkan mampu mendongkrak indeks keselamatan berkendara bagi masyarakat umum. Jalur yang semula menegangkan bagi para pengemudi akibat penyempitan lahan pascalongsor, nantinya akan kembali menawarkan kenyamanan berkendara yang mumpuni.

“Output utamanya tentu untuk mendukung kelancaran distribusi barang dan mobilitas masyarakat antarprovinsi agar tidak ada lagi kendala pasokan di lapangan,” tambahnya.

Mengingat alat berat dan aktivitas pekerja konstruksi dipastikan bakal mendominasi kawasan mulai simpang 3 Maluang hingga beberapa bulan ke depan.

Pihak PPK 2.6 Kaltim mengimbau dengan sangat agar seluruh pengguna jalan, terutama para sopir truk ekspedisi, untuk menurunkan kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan ekstra saat melintasi zona proyek demi keselamatan bersama.(*)

Bagikan:
Berita Terkait