NUSANTARA TERKINI – Kota Balikpapan terus berpacu dengan waktu untuk memenuhi kebutuhan stok darah yang mencapai angka 2.500 hingga 3.000 kantong setiap bulannya.
Di tengah tingginya permintaan medis yang terus berjalan setiap hari, peran sektor korporasi menjadi kunci krusial guna memastikan persediaan di PMI Kota Balikpapan tetap dalam kategori aman.
Menyadari urgensi tersebut, PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) mengambil langkah nyata dengan memobilisasi pekerjanya.
Sebanyak 125 pekerja PT KPB turut serta menyumbangkan darah dalam aksi sosial yang digelar di Lobby Gedung New Site Office (NSO) PT KPB, Rabu (15/4/2026) lalu.
Aksi ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya strategis untuk menambal kekurangan stok yang seringkali menipis saat permintaan mendesak meningkat.
Korporasi Sebagai Penopang Stok Darah Kota
Keterlibatan perusahaan besar seperti PT KPB dinilai memiliki dampak sistemik terhadap ketahanan stok darah kota. Dengan jumlah karyawan yang masif, aksi donor darah kolektif di lingkungan industri mampu memberikan suntikan stok yang signifikan dalam waktu singkat.
Vice President Legal & Relation PT KPB, Asep Sulaeman, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan adalah bentuk tanggung jawab sosial yang nyata di luar operasional kilang.
“Donor darah dan pemeriksaan VCT ini mungkin terlihat sederhana, tapi dampaknya besar. Kami ingin membangun kebiasaan baik di lingkungan kerja sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pasien di Balikpapan,” ujar Asep.
Bukan Hanya Donor, Tapi Juga Deteksi Dini
Dalam rangkaian Bulan K3 Nasional 2026 tersebut, PT KPB tidak hanya berfokus pada donor darah. Sebanyak 50 peserta juga mengikuti pemeriksaan Voluntary Counseling and Testing (VCT) HIV sebagai bagian dari penguatan profil kesehatan pekerja.
Bagi para pendonor, kegiatan ini juga berfungsi sebagai langkah deteksi dini kondisi tubuh. Sebelum jarum disuntikkan, peserta wajib menjalani pemeriksaan kesehatan awal, yang secara tidak langsung meningkatkan kesadaran pekerja akan pentingnya menjaga pola hidup sehat.
“Selain membantu sesama, kita juga jadi lebih sadar pentingnya menjaga kesehatan. Harapannya kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan,” ungkap Rahmad Hidayat, salah satu pekerja yang ikut mengantre untuk berdonor.
Kini, tantangan besar tetap berada di pundak seluruh elemen kota. PMI Balikpapan berharap inisiatif yang ditunjukkan oleh PT KPB dapat menginspirasi instansi dan perusahaan lain untuk rutin menggelar agenda serupa.
Mengingat angka 3.000 kantong darah bukanlah jumlah yang sedikit, sinergi antara dunia usaha dan lembaga kemanusiaan menjadi benteng terakhir bagi keselamatan warga yang membutuhkan bantuan darah mendesak.(Red/NT)





